Breaking News:

Tribun Wajo

Jumlah Pemilih di Wajo Berkurang pada September 2021

Jumlah pemilih di Kabupaten Wajo pada September 2021 berkurang ketimbang Agustus 2021.

Andi Tenri Sampeang
KPU Wajo menggelar pemutakhiran data pemilih berkelanjutan pada September 2021, Kamis (3092021) kemarin. 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Jumlah pemilih di Kabupaten Wajo pada September 2021 berkurang ketimbang Agustus 2021.

Hal itu diungkapkan Komisioner KPU Divisi Perencanaan, Data dan Informasi, Andi Tenri Sampeang, Jumat (1/10/2021).

"Hasil pemutakhiran data pemilih berkelanjutan yang ditetapkan untuk bulan September 2021, yang dilakukan kemarin (Kamis), mengalami penurunan dari Agustus 2021," katanya kepada Tribun Timur.

Diketahui, jumlah pemilih pada Agustus 2021 lalu 288.462. Dengan rincian pemilih laki-laki sebanyak 136.046, pemilih perempuan 152.416.

Sementara, jumlah pemilih pada September 2021, ada 288.368. Dengan rincian pemilih laki-laki sebanyak 135.988, pemilih perempuan 152.380.

Setidaknya, ada 94 pemilih yang sudah tidak lagi masuk dalam daftar pemilih yang ditetapkan KPU Wajo.

"Jumlah data pemilih berkelanjutan yang ditetapkan secara keseluruhan pada September mengalami penurunan dari bulan lalu yaitu pada bulan Agustus, dikarenakan sumber data lengkap yang diperoleh lebih dominan data TMS dibandingkan data potensi pemilih baru," katanya.

Pada September 2021, jumlah pemilih baru kali ini sebanyak 24 sedangkan pemilih TMS meninggal dunia sebanyak 118 pemilih. Hal itulah yang menyebabkan penurunan angka jumlah pemilih.

Pemutakhiran data pemilih berkelanjutan setiap bulan dilakukan oleh KPU Kabupaten Wajo.

"Secara teknis bahwa pengelolaan data mutakhir berkelanjutan tahun 2021 terus dilakukan tiap bulan," katanya.

Sumber-sumber data pemutakhiran pun berasal dari sekolah-sekolah, kantor kecamatan, kantor kelurahan/desa, hingga data Covid-19.

"Untuk bulan ini kami peroleh data potensi pemilih baru dari Madrasah Aliyah Putri As'adiyah Sengkang, Kelurahan Pattirosompe dan KUA Kecamatan, begitupun dengan data TMS meninggal dunia diperoleh dari tanggapan masyarakat, data Covid-19, Desa Tosora dan Kelurahan Padduppa," katanya.

Andi Tenri juga menambahkan optimalisasi dalam melakukan koordinasi dengan stakeholder terkait dalam memperoleh data-data pemilih baru juga dibahas.

"Begitupun dengan data-data TMS sebagai bahan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan tahun 2021 pada bulan Oktober tahun 2021," katanya.

Data tersebut akan terus dimutakhirkan jelang tahapan Pemilu 2024 mendatang. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved