Breaking News:

Tribun Wajo

Banjir Mulai Surut di Kabupaten Wajo, Sisa 23 Desa/Kelurahan Terdampak

Selain itu, data mutakhir yang dipaparkan BPBD Wajo yakni masih ada 9.560 kepala keluarga (KK) dengan jumlah 24.213 jiwa yang masih terdampak banjir

tribuntimur.com
Banjir perlahan mulai surut di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Jumat (1/10/2021). 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Banjir perlahan mulai surut di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.

Setelah sebulan lebih terendam banjir, BPBD Kabupaten Wajo mencatat, tersisa 23 desa/kelurahan di 5 kecamatan yang terdampak banjir.

"Sudah mulai surut, sisa 23 desa dan kelurahan di 5 kecamatan yang masih banjir," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Wajo, Andi Muslihin, Jumat (1/10/2021).

Lima kecamatan tersebut adalah Kecamatan Tempe, Belawa, Tanasitolo, Pammana, dan Sabbangparu.

Selain itu, data mutakhir yang dipaparkan BPBD Wajo yakni masih ada 9.560 kepala keluarga (KK) dengan jumlah 24.213 jiwa yang masih terdampak banjir.

Sementara itu, Muslihin menyebutkan bahwa jumlah pengungsi akibat banjir sudah mulai berkurang.

"Jumlah pengungsi juga sudah berkurang, total saat ini masih ada 14 KK yang masih mengungsi," katanya.

Di beberapa titik ketinggian air mulai menurun, berkisar 20 - 250 cm.

Namun, di sejumlah daerah khususnya yang berada di pesisir Danau Tempe masih cukup tinggi.

Upaya penyaluran bantuan dan assesment masih terus dilakukan. Obat-obatan dan air bersih menjadi hal yang dibutuhkan masyarakat.

Meski telah mulai surut, status tanggap darurat bencana Kabupaten Wajo belum juga dicabut.

"Sudah diperpanjang untuk ketiga kalinya status tanggap darurat bencana dan akan berakhir pada 9 Oktober nanti, kita berharap semoga banjir ini segera surut," katanya.

Sebagaimana diketahui, banjir di Kabupaten Wajo terjadi pada 28 Agustus 2021 lalu.

Bahkan, pada saat itu 14 kecamatan yang ada di Kabupaten Wajo tak luput dari banjir.

Penyebabnya beragama, mulai dari meluapnya Danau Tempe, dan beberapa ruas sungai yang ada di Kabupaten Wajo, ditambah lagi curah hujan dan air kiriman dari hulu, serta faktor kerusakan lingkungan.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved