PON XX Papua
Tim Futsal Sulsel Gagal di PON Papua, Ariady Arsal: Perjuangan Atlet Harus Dihargai
Tim Futsal Putra Sulsel gagal di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua. Sulsel hanya berada di posisi 3 grup B. Jabar dan Jatim lolos ke semifinal
Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tim Futsal Putra Sulsel gagal di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.
Tim Sulsel hanya berada di posisi 3 grup B. Jabar dan Jatim lolos ke semifinal.
Ketua Asosiasi Futsal Provinsi atau AFP Sulsel, Ahmad Susanto mengatakan kegagalan itu tanggung jawab Satgas PON Sulsel dan Dispora.
Ada tiga alasan Ahmad Susanto.
Pertama, sejak awal AFP tidak dilibatkan bahkan ketika akan pergantian pemain untuk penguatan tim, Dispora dan Satgas menolak
Kedua, semua cabang olahraga tidak pernah dilibatkan baik teknis maupun non-teknis persiapan.
Ketiga, pelepasan kontingen saja AFP tidak diundang, begitupun juga pada cabor yang lain pengurusnya tidak dilibatkan.
Menanggapi hal tersebut, Komite pengawas Satgas PON Sulsel, Ariady Arsal mengatakan, pergantian pemain tidak mungkin dilakukan.
Seharusnya yang berangkat bertanding di Papua adalah tim yang lolos Pra PON.
"Nyatanya, tim futsal Sulsel yang bertanding ke Papua, bukanlah murni yang lolos pra PON," katanya.
"Empat orang di antaranya adalah pemain baru atas pergantian dari AFP," tambah Ariady, Rabu (29/9/2021).
Menurutnya, tim futsal Sulsel sudah berusaha maksimal bertanding.
Itu ditunjukkan dengan menang telak melawan Maluku Utara di laga perdana dengan skor 4-1.
Selanjutnya draw melawan Jatim dengan skor 3-3.
Namun saat berhadapan Jawa Barat (Juara PON XIX 2016) tim futsal sulsel kalah 1-4.
Di laga terakhir menang melawan Banten dengan skor 5-2.
Olehnya itu, perjuangan atlet harus dihargai.
Sebab tak bisa dipungkiri, Jawa Timur dan Jawa Barat merupakan tim teratas.
"Tidak dengan melemparkan kesalahan ke pihak lain," katanya.
"Tentu tim futsal perlu berbesar hati sekaligus mengevaluasi diri untuk perbaikan pada masa yang akan datang," tambahnya. (*)