Breaking News:

Tribun Wajo

IRT 27 Tahun di Wajo Ditemukan Meninggal Tak Wajar

Korban diketahui bernama HF, seorang ibu rumah tangga. HF pertama kali ditemukan oleh kerabatnya yang juga tinggal serumah dengannya, Takko.

TRIBUN-TIMUR.COM/HARDIANSYAH
Kapolres Wajo, AKBP Muhammad Islam Amrullah 

 
TRIBUNWAJO.COM, TAKKALALLA - Seorang perempuan berusia 27 tahun ditemukan tergantung di dalam rumahnya, di Desa Aluppang, Kecamatan Takkalalla, Kabupaten Wajo, Rabu (29/9/2021) sore.

Korban diketahui bernama HF, seorang ibu rumah tangga. HF pertama kali ditemukan oleh kerabatnya yang juga tinggal serumah dengannya, Takko.

Takko pun berteriak hingga didengar oleh tetangga. Lalu, jasad HF yang tergantung itu pun diturunkan.

Kapolres Wajo, AKBP Muhammad Islam Amrullah membenarkan penemuan sosok perempuan tergantung itu di dalam rumah. Menurutnya, HF memiliki riwayat kelainan jiwa.

"(Ada) kelainan kejiwaan. Baru pulang dari RSJ di Belopa," katanya kepada Tribun Timur.

Lebih lanjut, sebelum ditemukan tergantung, HF sempat melakukan upaya bunuh diri beberapa kali. Namun, masih bisa digagalkan oleh keluarganya.

"Korban sebelumnya pernah mau bunuh diri. Suami saat kejadian tidak ada di tempat," katanya.

Pihak keluarga pun menolak untuk dilakukan autopsi dan memilih mengebumikan jasad HF pada sore hari tadi.

Kasus gantung diri pada orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) bukan cuma sekali terjadi di Kabupaten Wajo.

Sebelumnya, seorang ibu rumah tangga bernama SS (34), di Desa Mario, Kecamatan Tanasitolo, juga ditemukan tergantung di rumahnya pada Rabu (18/8/2021) lalu.

Menurut keterangan dari keluarga korban pada saat itu, SS juga sudah beberapa kali mencoba mengakhiri hidupnya dengan cara minum racun.

Lalu, seorang lelaki bernama AT (35), warga Kelurahan Mappadaelo, Kecamatan Tanasitolo, ditemukan membusuk pada Jumat (25/6/2021) lalu.

AT yang juga memiliki riwayat gangguan jiwa itu sempat menghilang selama 4 hari, sebelum ditemukan di sebuah rumah kebun milik warga dengan posisi tergantung.

Catatan untuk Tribuners yang budiman, berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri.

Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita kepada orang terdekat, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved