Breaking News:

Partai Demokrat

Dosen UMI Dr Fahri Bachmid Jadi Ahli Judicial Review AD/ART Partai Demokrat ke Mahkamah Agung RI

Yusril Ihza Mahendra melibatkan Dosen UMI Fahri Bachmid dalam membela empat kader Partai Demokrat dengan mengajukan judial review ke Mahkamah Agung.

Editor: Muh Hasim Arfah
handover
Pakar Hukum Tata Negara Universitas Muslim Indonesia (UMI) Dr Fahri Bachmid SH MH 

TRIBUN-TIMUR.COM- Pengacara kondang Prof Dr Yusril Ihza Mahendra SH MSc membela empat kader Partai Demokrat.

Sebelumnya, Agus Harimurti Yudhoyono memecat kader ini.

Langkah awal pembelaan Yusril kepada mereka adalah dengan mengajukan Judicial Review Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga atau AD/ART Partai Demokrat ke Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Untuk kepentingan teknis peradilan dalam proses pemeriksaan perkara Judicial Review AD/ART Partai Demokrat oleh MA selaian dokumen permohonan pemohon tersusun sedemikian rupa dengan dalil-dalil dan argumentasi yuridis dan konstitusional sangat kuat dan memadai dari Yusril Ihza Mahendra.

Maka selanjutnya untuk memperkuat permohonan Judicial Review itu, Yusril Ihza Mahendra juga menghadirkan Ahli yang relevan dengan pokok perkara ini.

Saksi ahli ini yaitu Dr Hamid Awaludin SH MH, Prof Dr Abdul Gani Abdullah SH MH dan Pakar Hukum Tata Negara Universitas Muslim Indonesia (UMI) Dr Fahri Bachmid SH MH untuk melengkapi dan memperkuat dalil permohonan judicial review pemeriksaan dan keputusan MA.

Baca juga: Lagi Ramai dan Viral Mantan Presiden SBY Sentil Penegakan Hukum di Era Jokowi, Gara-gara Demokrat?

“Iya benar, saya diminta serta diajukan sebagai Ahli dalam perkara judicial review ini oleh Prof Dr Yusril Ihza Mahendra SH MSc dan Kantor hukum Ihza & Ihza Law Firm SCBD-Bali Office sesuai kapasitas akademik dan keilmuan saya, Akademisi dan Pakar Hukum Tata Negara Universitas Muslim Indonesia, Dr Fahri Bachmid SH MH, dikatakan secara lengkap keterangan saya telah disampaikan dan menjadi bagian dari berkas permohonan untuk kepentingan pemeriksaan perkara judicial review di MA,” ujar Fahri Bachmid ke Tribun, Rabu (29/9/2021).

Menurut Fahri, gugatan AD/ART Demokrat era Agus Harimurti Yudhoyono tersebut merupakan suatu isu sekaligus permasalahan negara yang harus dipecahkan secara serius dan tuntas.

Hal ini melalui suatu terobosan hukum dan keputusan yang lebih prospektif serta futuristik untuk perbaikan kesisteman partai politik di indonesia kedepan.

Selain itu, juga dalam bingkai prinsip negara hukum yang demokratis serta demokrasi konstitusional.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved