Breaking News:

Menjanjikan, Petani Milenial Bulukumba Dulang Rupiah dari Budidaya Pepaya California

"Kita lihat sekarang, sudah banyak anak-anak muda yang mau terjun ke sektor pertanian dengan memanfaatkan digitalisasi," kata Mentan SYL.

Editor: Saldy Irawan
Menjanjikan, Petani Milenial Bulukumba Dulang Rupiah dari Budidaya Pepaya California
tribun-timur
Petani milenial di Bulukumba budidaya pepaya california

TRIBUN-TIMUR.COM, BULUKUMBA - Untuk memaksimalkan sektor pertanian, Kementerian Pertanian  (Kementan) terus berupaya melahirkan dan menghadirkan banyak petani milenial.

Bahkan di tahun 2024 Kementan menargetkan dapat mencetak 2,5 juta petani milenial untuk mendukung regenerasi petani.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, petani milenial itu hebat dan petani milenial itu keren. 

"Kita lihat sekarang, sudah banyak anak-anak muda yang mau terjun ke sektor pertanian dengan memanfaatkan digitalisasi," kata Mentan SYL.

Dedi Nursyamsi, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) mengaku gembira dengan pencapaian para petani milenial. 

"Meskipun jumlahnya belum signifikan, tetapi dampaknya terhadap pembangunan pertanian sangat signifikan. Makanya kita kerjakan beberapa program strategis untuk mendorong peran generasi muda dalam sektor pertanian. Salah satunya adalah Program Youth Entreprenuership and Employment Support Services (YESS)," ujar Dedi.

Adalah Arman Jaya merupakan salah satu petani milenial yang cukup berhasil dari Desa Bontoraja. Di usianya yang menginjak 29 tahun dia mampu dan berani keluar dari zona pertanaman padi di desanya dengan menanam pepaya California, nanas, dan jahe.

Desa Bontoraja sendiri merupakan salah satu desa yang menarik di Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba yang daerahnya didominasi oleh sektor pertanian. Hampir seluruh penduduknya bergerak di bidang pertanian, utamanya tanaman pangan seperti padi.

Awalnya Arman Jaya melihat cara pembudidayaan pepaya. Karena didukung oleh keluarga Arman semakin termotivasi untuk budidaya. 

"Di desa saya, hampir 100% petani padi dan saya sendiri yang berani keluar dari zona padi,” ujarnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved