Breaking News:

Tribun Makassar

De Toeng 'Misteri Ayunan Nenek' Masuk Unggulan FFWI XI 2021

film De toeng adalah film produksi Turatea production dan 786 production asal Makassar.

Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM/DESI TRIANA ASWAN
Para pemain beserta kru film De Toeng Misteri Ayunan Nenek turut mengundang para media di Kota Makassar juga menggelar nonton bareng di Bioskop 21 Mal Panakkukang, Jl Boulevard, Makassar, Rabu (2422021). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSARFilm De Toeng Misteri Ayunan Nenek masuk dalam 35 film unggulan Festival Film Wartawan Indonesia (FFWI) XI 2021.

Malam penganugerahan FFWI ini akan digelar di Jakarta, Selasa (28/9/2021).

Untuk diketahui, film De toeng adalah film produksi Turatea production dan 786 production asal Makassar.

Sang sutradara, Bayu Pamungkas merasa bangga dengan keputusan dewan juri yang memasukkan filmnya tersebut dalam penganugerahan bergengsi FFWI.

"Dengan masuknya film tersebut ke dalam film unggulan tentunya menjadi kebanggaan bagi warga Makassar khususnya dan Sulawesi Selatan pada umumnya karena, film produksi daerah ternyata mampu bersaing dengan produksi film nasional lainnya yang didominasi oleh PH-PH besar lainnya yang telah lama eksis di dunia perfilman nasional," tuturnya dalam rilis yang diterima Tribun Timur, Selasa (28/9/2021).

Ia juga bersyukur atas pencapaian ini karena dianggap telah diapresiasi oleh para juri.

"Tentu saja kami bersyukur film kami bisa masuk ke dalam 35 film unggulan. Terima kasih apresiasi dewan juri atas film ini. Saya percaya wartawan memiliki perspektif yang berbeda dalam menilai suatu karya dan tentunya penilaiannya akan objektif " ujar pria yang pernah tergabung juga sebagai redaksi majalah Gaya beberapa tahun silam.

Sebelumnya, film De toeng sendiri telah tayang serentak di 126 layar bioskop seluruh Indonesia pada 11 Februari 2021 lalu.

Film ini mendapat apresiasi dari  Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendi yang turut hadir menonton film ini berbaur dengan penonton umum lainnya pada Senin (15/2/2021) di XXI Senayan City.

Ia menilai film tersebut merupakan film etnograf yang mengangkat kearifan lokal mitos dan cerita suatu daerah di Indonesia.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved