Breaking News:

Tribun Kampus

Tiga Mahasiswa Politeknik Bosowa Ciptakan Alat Pemantau dan Pengontrol Lampu hingga Kebocoran Gas

Pemborosan listrik akibat terbengkalainya peralatan elektronik atau penerangan pada sebuah rumah yang tetap menyala saat tidak digunakan.

Penulis: Rudi Salam | Editor: Saldy Irawan
tribun-timur
Mahasiswa program studi Teknik Listrik Politeknik Bosowa ciptakan alat untuk memantau dan mengontrol lampu, kunci pintu dan pagar serta kebocoran gas pada rumah. Mahsiswa tersebut adalah Anjas Renanda, Kurnia dan Muhammad Ihsan. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Rumah yang ditinggalkan rentan terjadi pemborosan listrik dan kebakaran karena kebocoran gas yang tidak terduga.

Pemborosan listrik akibat terbengkalainya peralatan elektronik atau penerangan pada sebuah rumah yang tetap menyala saat tidak digunakan.

Maka dari situ, mahasiswa program studi Teknik Listrik Politeknik Bosowa (Polibos) mengkaji alat untuk memantau dan mengontrol lampu, kunci pintu dan pagar serta kebocoran gas pada rumah.

Mahsiswa tersebut adalah Anjas Renanda, Kurnia dan Muhammad Ihsan.

Dalam ujian tugas akhirnya memaparkan bahwa penelitian ini berfokus pada Prototype Teknologi Home Assisstant Berbasis Internet of Things (IoT).

Ihsan menjelaskan bahwa penelitian ini menggunakan konsep IoT dengan menggunakan Home Assisstant.

“Maka pembangunan home automation menjadi lebih mudah, sebab tidak perlu membuat aplikasi server dan aplikasi pengendali,” kata Ihsan, via rilis Humas Polibos ke tribun-timur.com, Minggu (26/9/2021).

Hasil pengujian alat tersebut yaitu pemilik rumah dapat mengendalikan sistem pencahayaan rumah, pengunci pintu ataupun pembuka pagar.

Alat itu dapat dikendalikan melalui jaringan lokal maupun internet hanya dengan satu kendali pusat.

Diterapkannya teknologi kabel dan nirkabel dapat memudahkan pengguna, sehingga diharapkan dapat mengontrol konsumsi listrik.

“Tujuan pembuatan rancang bangun ini untuk memberikan kemudahan bagi pengguna dalam dalam otomatisasi sebuah rumah sehingga dapat menghemat waktu dan finansial  sebagai solusi alternatif," tutur Ihsan.

Ihsan mengatakan bahwa mahasiswa Polibos dituntut untuk menjadi lulusan berkualitas melalui hasil kajian penelitian.

Tujuannya agar kelak menghasilkan inovasi-inovasi yang bisa menjawab tantangan kehidupan saat ini.

“Alhamdulilah di Polibos kami memang diminta untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menemukan  ide baru dalam mensiasati permasalahan yang ada, karena yang diinginkan nantinya hasil yang telah kita kaji bisa digunakan untuk kedepan maupun masyarakat,” pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved