Breaking News:

Budidaya Ikan

Teknik Budidaya Ikan dengan Sistem Bioflok Serta Cara Mendapatkan Kredit di Bank

saat ini konsumsi ikan di Indonesia cenderung mengalami kenaikan, baik ikan tangkap air laut, maupun ikan budidaya air tawar

Editor: Muh. Irham
kontan
Wakil Walikota Bogor, Dedie A. Rachim (ketiga dari kiri) bersama Ketua Umum JMI Fiman Wibowo dan Pembina JMI Pratama Persada, melepaskan ikan nila di kolam Bioflok yang dikelola oleh Jurnalis Mancing Indonesia (JMI) Minggu (25/4). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Budidaya ikan dengan sistem bioflok menjadi salah satu alternatif peluang usaha yang menarik untuk dikembangkan pada masa pandemi Covid-19.

Sebab saat ini konsumsi ikan di Indonesia cenderung mengalami kenaikan, baik ikan tangkap air laut, maupun ikan budidaya air tawar, terutama budidaya ikan dengan cara bioflok.

Gambaran peluang budidaya ikan dengan kolam terpal sistem bioflok ini terungkap dalam program pelatihan entrepreneurship bertema Pelatihan dan Usaha Ikan Nila yang mengusung tagline #AyoBangkit yang digelar Komunitas Jurnalis Mancing Indonesia di desa Mekar Wangi, Kecamatan Sereal, Bogor, beberapa waktu lalu.

"Melalui pelatihan budidaya ikan dengan kolam terpal sistem bioflok ini kami harapkan anggota JMI bisa turut serta menjaga ketahanan pangan dan gizi masyarakat Indonesia sebagai salah satu pemasok ikan nila," ujar Firman Wibowo, Ketua Umum JMI.

Pada kesempatan yang sama Edy Sabni Rosa, Wakil Pimpinan Cabang BNI cabang Bogor menyampaikan bahwa pembudidaya ikan dengan sistem bioflok ini bisa mendapatkan akses pembiayaan dari perbankan khususnya Kredit Usaha Rakyat.

Edy yang juga memiliki pengalaman dalam budidaya ikan nila merah ini mengungkapkan, prospek budidaya ikan nila merah ini sangat cerah sehingga pelaku usahanya bisa mendapatkan kredit dari perbankan. 

"Saya minggu lalu baru jual hasil panen, pembelinya rebutan," kata Edy.

Ia pun memberikan saran-saran agar pembudidaya ikan nila merah dengan sistem bioflok ini melengkapi usahanya dengan Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK) dari kelurahan atau kecamatan setempat.

Selain itu pembudidaya ikan dengan sistem bioflok ini minimal harus melakukan usahanya selama enam bulan, agar pihak bank bisa menganalisa kelayakan dalam penyaluran kredit. 

Pembudidaya ikan dengan sistem bioflok juga harus memiliki laporan keuangan sederhana yang menggambarkan arus kas dan omzet usaha dari budidaya ikan dengan sistem bioflok ini. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved