Breaking News:

Citizen Reporter

Perhimpunan Pelajar Indonesia di Wollongong Australia Miliki Ketua Baru

Organisasi yang sudah diwariskan secara turun temurun selama belasan tahun ini terancam tak punya pengurus baru.

Penulis: CitizenReporter | Editor: Hasriyani Latif
citizen reporter/desak made lestari
Rapat Umum Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia/ PPIA the University of Wollongong, New South Wales, Australia, Sabtu (25/9/2021). 

Laporan Citizen Reporter

Desak made Lestari 
Divisi Media dan Komunikasi Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia/ PPIA the University of Wollongong, New South Wales, Australia.

TRIBUN-TIMUR.COM - Setidaknya dalam sebulan terakhir, Perhimpunan Pelajar Indonesia yang sedang belajar di the University of Wollongong, Australia, atau dikenal dengan PPIA Wollongong sempat ketar-ketir.

Pasalnya, organisasi yang sudah diwariskan secara turun temurun selama belasan tahun ini terancam tak punya pengurus baru.

Itu lantaran jumlah mahasiswa yang memenuhi persyaratan AD/ART organisasi sangat tidak memadai dan sebagaian besarnya masih tertahan di tanah air tak bisa masuk ke Australia.

Pengetatan perbatasan yang diberlakukan pemerintah Australia sejak awal pandemic tahun lalu adalah penyebabnya.

Meski demikian, hal yang unik terjadi dalam Rapat Umum PPPIA Wollongong, Sabtu (25/9/2021).

Dilaksanakan melalui Zoom meeting, rapat yang dipimpin oleh Saeful Ahmad Tauladani, dosen Politeknik Perikanan dan Kelautan Bitung yang juga adalah mahasiswa S3 di ANCORS UOW ini dimulai secara mencekam lantaran semua kandidat tidak ada menyanggupi untuk menjadi ketua. 

Selaku panitia pemilihan, Sekretaris PPIA Wollongong, Lorica Belle Tapiheru, telah menayangkan lima nama yang menjadi kandidat berdasarkan hasil polling.

Sayangnya, selain memilih tidak hadir, kandidat yang hadir menyatakan tak bersedia dipilih. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved