Breaking News:

KKB Papua

Lagi, Anggota Brimob Tewas Ditembak KKB Papua, OPM: Kami Siap Hadapi Ribuan Tentara Indonesia

Satgas menyebutkan bahwa Kurniadi tewas usai membuka jalur penyergapan setelah tim gabungan TNI-Polri mendengar suara senjata

Editor: Muh. Irham
Satgas Nemangkawi
Personel Satgas Nemangkawi tengah melakukan pengamanan di Lapangan Terbang Beoga, Puncak, Papua, Kamis (15/4/2021) 

TRIBUN-TIMUR.COM - Anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua, kembali berulah. Kali ini, mereka menembak mati seorang anggota Brimob, Bharatu Muhammad Kurniadi Sutio di kawasan Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang, Papua, Minggu (26/9/2021) pagi.

Peluru yang ditembakkan anggota KKB Papua tersebut tepat bersarang di ketiak kanan Bharatu M Kurniadi

Satgas Nemangkawi dalam keterangan resminya mengatakan, setelah menembak Bharatu M Kurniadi, pelaku diduga melarikan diri degan cara melompat ke jurang.

Satgas menyebutkan bahwa Kurniadi tewas usai membuka jalur penyergapan setelah tim gabungan TNI-Polri mendengar suara letupan senjata dari arah depan Polsek Kiwirok.

Kala itu, tim memutuskan untuk menyergap ke arah suara tembakan. Kemudian, Kurniadi bersama dengan salah seorang personel kepolisian lain bertugas untuk membuka perimeter penyergapan tersebut.

"Saat membuka perimeter terdapat tembakan yang menyebabkan peluru mengenai arteri ketiak kanan," jelasnya.

Pasca Kurniadi tertembak, anggota tim Satgas Nemangkawi yang bertugas melakukan perlindungan kepada korban dan mengevakuasinya untuk diberikan penanganan medis lebih lanjut. Hanya saja, upaya tersebut tak berhasil dan Kurniadi gugur.

"Tim standby di pos masing-masing mengantisipasi adanya serangan kembali dari KKB Ngalum Kupel Pimpinan Lamek Alipki Taplo," jelasnya.

Helikopter Polri langsung dikerahkan untuk mengevakuasi jenazah korban dari Kiwirok menuju Oksibil, Pegunungan Bintang. Kemudian, sekitar pukul 09.45 WIT jenazah dibawa ke Jayapura untuk divisum dan disemayamkan.

Kurniadi pun mendapat kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi setelah tewas tertembak saat bertugas. Ia semula berpangkat Bhayangkara Dua (Bharada), kini menjadi Bhayangkara Satu (Bharatu) Anumerta.

Atas penembakan itu, Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom mengklaim bahwa pihaknya bertanggung jawab. Dia menyatakan bahwa tidak ada korban tewas atau terluka pihak TPNPB-OPM selama kontak senjata.

"Kami militer TPNPB-OPM Kodap XV Ngalum Kupel siap menghadapi kedatangan ribuan pasukan teroris NKRI TNI-Polri di tanah Ngalum," kata Sebby dalam keterangan tertulis.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved