Breaking News:

Bakti Syafruddin ke Hj Luluwiyah

Kapten Syafruddin Telepon Ibu Tiap Hari dari Warung Telepon ke Pos Polisi Majene

Karena gelisah ingin saling berkabar dan ingin dengar suara ibunya, Hj Lu’luwiyah, Kapten Syafruddin, mengupayakan segala cara.

Editor: Sakinah Sudin
dok pribadi
Kapten Syafruddin dan ibunya, Hj Lu’luwiyah. 

BAKTI kepada ibu tak butuh pangkat, jabatan, atau deposito bank.

Ini juga bukan tentang balas jasa.

Akhirnya ini tentang keyakinan dan persoalan cara belaka.

Cerita purnawirawan polisi jenderal bintang 3 ini adalah affirmasi.

Akhir dekade 1980-an, pangkatnya belum lagi kapten polisi.

Pun, jabatan perwira muda urusan identifikasi di direktorat lalu lintas Polri baru diemban setelah setahun jadi Kapolsek di Pondok Gede, Bekasi.

Telepon genggam (smartphone) pun belum ada dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Komunikasi jarak jauh masih pakai telepon engkol.

Pesawat telepon kabel cuma di kantor dan rumah pejabat muspida.

Namun karena gelisah ingin saling berkabar dan ingin dengar suara ibunya, Hj Lu’luwiyah, Kapten Syafruddin, mengupayakan segala cara.

Kapten Syafruddin dan ibunya, Hj Lu’luwiyah.
Kapten Syafruddin dan ibunya, Hj Lu’luwiyah. (dok pribadi)
Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved