Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Porang

Pemprov Sulsel Dorong Porang Menjadi Komoditi Ekspor

Tak disangka, tanaman liar dulunya, kini menjadikan tanaman punya nilai yang tinggi. 

Tayang:
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Saldy Irawan
tribun-timur
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Sulsel, Muhammad Firda saat Webinar Series Ekspedisi: Raup Ratusan Juta dari Budidaya Porang, Jumat (24/9/2021). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) kini mendorong komoditi tanaman porang untuk diekspor.

Tak disangka, tanaman liar dulunya, kini menjadikan tanaman punya nilai yang tinggi. 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Sulsel, Muhammad Firda mengatakan sebagian kabupaten di Sulsel sudah menjadi sentra porang.

Diantaranya, Kabupaten Pinrang, Sidrap, Pangkep, Gowa, Selayar, Soppeng dan Bulukumba.

Ternyata, tanaman porang  sudah menjadi ekspor sejak tahun 2016, akan tetapi penanaman porang baru masif dilakukan di tahun 2019.

"Kita sudah ekspor porang tahun 2016, namun penanaman porang baru masif 2019," katanya dalam Webinar Series Ekspedisi: Raup Ratusan Juta dari Budidaya Porang, Jumat (24/9/2021).

Kendati begitu, dukungan anggaran untuk tanaman porang oleh pemerintah di tahun 2021 masih kecil.

Di APBN hanya 20 hektar.  APBD Provinsi hanya 125 hektar. Sementara dari swadaya petani sudah mencapai 6.670 hektar. 

Firda menyebut penting untuk mengedukasi masyarakat dalam bercocok tanam porang.

"Memang kita mengedukasi masyarakat harus memberikan  penyadaran kepada masyarakat bagaimana bercocok tanam yang baik. Untuk menghasilkan buah yang bagus tentu perlu perlakuan yang bagus," sebutnya.

Pihaknya juga mendorong petani lebih memahami teknis ekspor. Sebab, komoditi ekspor harus benar-benar punya kualitas.

"Harus mengikuti standar operasional prosedur layak ekspor," terangnya.

Sekarang Sulsel berada di peringkat keempat pengekspor porang setelah Jawa Timur, Jawa Tengah dan Sumatera. Nilai ekspor porang Sulsel sejak 2016-2021 mencapai Rp 47,22 miliar.

Diharapkan ke depan ada peningkatan hasil ekspor porang. Apa lagi sudah ada beberapa pabrik pengolahan porang, seperti di Makassar, Gowa, Takalar, Maros dan Sidrap akan di bangun.

Tujuan ekspor porang Sulsel itu ke Cina, Vietnam, Thailand, Pakistan, Taiwan, Hongkong, Macau dan Jepang dan beberapa negara lainnya.

"Kinerja ekspor porang Indonesia meningkat 23,35 persen, pertumbuhan data 2020 . Ekspor poin sejak 2016- 2020 40, 9 persen," tutur Firda.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved