Breaking News:

Tribun Maros

Capaian Vaksin Ramaja di Maros Masih Rendah

Lambatnya capaian vaksinasi remaja di Maros diakibatkan banyaknya orang tua yang tidak memberikan izin pemberian vaksin kepada anaknya. 

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM/NURUL HIDAYAH
Plt Kepala Dinas Kesehatan Maros, dr Muhamamad Yunus 

TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Pencapaian vaksin di kalangan remaja di Maros, baru mencapai 14 persen.

Hal ini disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan Maros, dr Muhamamad Yunus, Jumat (24/09/21).

"Vaksinasi remaja 12 tahun kan targetnya 40.000. Saat ini pencapaiaannya baru sekitar 5000an, yakni 14 persen," katanya.

Dr Yunus mengatakan lambatnya capaian vaksinasi diakibatkan banyaknya orang tua yang tidak memberikan izin pemberian vaksin kepada anaknya. 

"Kalau anak sekolah kan harus ada surat persetujuan, baru bisa divaksin, nah di Maros itu banyak yang tidak mau tanda tangan," ucapnya.

Ia juga menuturkan kebanyakan orang tua enggan memberi izin, karena hoax atau berita bohong yang tersebar.

"Banyaknya juga berita hoax yang diterima kalangan ibu-ibu mengenai vaksin, sehingga menimbulkan ketakukan terkait vaksinasi remaja," lanjutnya.

Dr Yunus pun menghimbau kepada para orang tua untuk tidak khawatir mengenai vaksinasi anaknya.

"Tidak usah khawatir. Sebab untuk remaja, vaksin yang digunakan jenis Sinovac yang efek sampingnya masih ringan," lanjutnya.

Ia pun mengajak untuk bersama-sama menebarkan berita positif mengenai vaksin.

"Oleh karena itu, berita positif tentang vaksin harus terus digencarkan. Bisa dilihat juga, dari 5000 yang sudah vaksin kan tidak ada efek samping yang terjadi," tuturnya.

Ia menyebutkan, kecamatan dengan capaian vaksinasi remaja tertinggi itu di Kecamatan Bontoa dan Mandai.

"Jadi sistem yang kita pakai sekarang, dimana lokasi yang banyak kasus Covid-19, disitu kita gencarkan vaksinasinya, dan alhamdulillah berbanding lurus. Contohnya di Bontoa menurun drastis, sisa enam kasus," ucapnya.

Untuk langkah percepatan vaksinasi, kata dr Yunus, diperlukan koordinasi dari berbagai pemangku kepentingan.

"Seluruh pemangku kepentingan harus memperkuat advokasi, khususnya untuk meyakinkan orang tua siswa untuk memberikan persetujuan vaksin anaknya," tutupnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved