Pembunuhan Ibu & Anak di Subang
Update Kasus Subang: Yosef Semakin Terpojok, Danu Akhirnya Bebas dari Tuduhan Pembunuhan
Yosef sempat menyebut kalau Danu memiliki akses dan kunci rumah korban pembunuhan di Subang
TRIBUN-TIMUR.COM - Salah satu saksi kunci pembunuhan ibu dan anak di Subang sekaligus keponakan Tuti, Danu, sempat seolah dijadikan dijadikan kambing hitam oleh Yosef.
Kecurigaan itu diungkapkan oleh Yeti, kakak Tuti kepada Youtuber Heri Susanto.
Bahkan keponakan Tuti ini sempat dicurigai sebagai pelaku pembunuhan Tuti dan Amalia.
Hal tersebut berawal dari pengakuan Yosef kepada polisi.
Suami korban itu sempat menyebut kalau Danu memiliki akses dan kunci rumah korban.
"Pak Yosef kepada saya berbicara bahwa salah satu dari keluarga korban itu yang memiliki akses datang ke rumah selain kedua korban, anak tertuanya Yoris dan pak Yosef sendiri," kata Rohman Hidayat, kuasa hukum Yosef.
Tak hanya itu, Danu disebut-sebut sering bertamu ke rumah korban pada malam hari.
"Saksi lainnya itu sering datang ke rumah malam-malam. Saya kurang tau jelas memang sudah biasa aja bahwa Danu sering datang ke rumah, itu menurut keterangan Yosef, ya," tambahnya.
Kecurigaan pada sosok Danu pun semakin menguat saat polisi menemukan DNA Danu di TKP.
DNA Danu ditemukan di sebuah puntung rokok yang ada di dalam rumah Tuti.
Diketahui, dari hasil olah TKP penyidik menemukan putungan rokok dengan berbagai merek.
Atas temuan beberapa fakta baru, penyidik lalu melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap keponakan Tuti, Danu.
Alhasil Danu pun diperiksa hingga 7 kali oleh pihak Polres Subang sebagai saksi.
"7 atau 8 kali (periksa polisi). Sampai malam ada, jam 12 malam waktu itu, dari jam 2 (siang)," ungkap Danu.
Diperiksa berkali-kali, Danu berujar dirinya sempat menginap di kantor polisi selama 3 hari berturut-turut.
"Tiga hari berturut-turut (menginap di kantor polisi). Perintah dari itunya, kan ada surat BAP (dari polisi), (Danu) tanda tangan, nginap sementara, itu doang sih yang Danu baca," ungkap Danu.
Bahkan, Danu pun sempat diperiksa pakai alat lie detector atau pendeteksi kebohongan.
Melihat Danu diperiksa polisi hingga 7 kali, Yeti selaku uwak Danu dan kakak Yeti mengaku khawatir.
Yeti menyebut curiga kalau Yoris dan Danu akan dijadikan kambing hitam soal kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang.
"Yoris dan Danu takut dijeblosin (ke penjara), dikambinghitamkan gitu lah," ucap Yeti.
Namun, setelah pemeriksaan yang panjang dan melelahkan tersebut, Danu pun akhirnya dinyatakan bebas dari semua tuduhan.
Yosef dan Danu saling tuding, polisi pakai alat tes kebohongan, ini kata pakar (kolase Youtube Kompas TV)
Ia terbukti bukan pelaku pembunuhan ibu dan anak di Subang.
Bahkan, semua barang-barang milik Danu yang sempat disita pun sudah dikembalikan oleh pihak kepolisian.
Mengetahui hal tersebut, Yeti mengaku bersyukur lega.
"Tadi malam udah lega. Danu handphonenya udah dikasihin (sama polisi), tanda tangan. Motornya udah dikasihin dua-duanya," ujar Yeti.
"Udah lega, karena saya mikirin itu aja selama ini," tambahnya.
Lanjut Yeti, ia berharap agar pembunuh Tuti dan Amalia yang sebenarnya lekas ditangkap polisi.
"Mudah-mudahan cepet ketangkep aja (pelaku). Dihukum seberat-beratnya," Yeti.
Bantahan Danu, Ngaku Disuruh Yosef Lakukan Ini
Dituding macam-macam hingga dicurigai sebagai pembunuh Tuti, Danu pun buka suara.
Mengenai kunci rumah korban, Danu menyebutkan bahwa dirinya sering datang ke rumah Tuti hanya jika dipanggil dan disuruh oleh korban.
"Kalo ke rumah (korban) itu saya gak langsung masuk buka pintu gitu, biasanya dipanggil terus disuruh," ujar Danu blak-blkan, dilansir TribunnewsBogor.com dari TribunJabar, Minggu (19/9/2021).
Dia membantah keras tuduhan yang menyebutkan memiliki akses keluar masuk langsung dari rumah kedua korban.
"Itu gak bener, kalo yang terbaru-baru ini mah Danu pegang kunci mah itu yang SMK, bukan kunci rumah, kalo itu memang Danu gak pegang sama sekali," katanya.
Tak hanya itu, ada fakta yang tak pernah diungkap Yosef sebelumnya.
Rupanya sebelum lapor polisi, Yosef sempat pergi ke rumah Danu, keponakan Tuti sekira pukul 06.47 WIB.
Diakui Lilis, kakak Tuti, Yosef sempat menyuruh Danu untuk datang ke rumahnya pagi-pagi.
Permintaan Yosef kepada Danu itu terjadi di tanggal 18 Agustus tersebut atau hari pembunuhan.
"Masalah Danu itu, Danu itu sebelum ada polisi disuruh Yosep disuruh masuk ke rumah itu (Tuti). Waktu pagi itu hari Rabu, hari pembunuhan," ungkap Lilis, dilansir TribunnewsBogor.com dari Youtube TVOne News.
Bercerita lebih lanjut, Lilis mengungkap perintah Yosef kepada Danu.
Berdasarkan cerita ponakannya, Danu disuruh Yosef untuk datang ke rumah Tuti.
Kakak Tuti Ungkap Perintah Yosef Sebelum Polisi Datangi TKP Pembunuhan (youtube channel tv one)
"Danu itu ditelepon sama Yosef, disuruh masuk ke sana, masuk ke rumah, katanya rumahnya berantakan. Jadi Yosef yang nyuruh (Danu) masuk ke rumah," akui Lilis.
Saat itu, Yosef memerintahkan Danu untuk memeriksa rumah Tuti yang berantakan.
Yosef curiga anak dan istrinya menjadi korban penculikan.
Karenanya, Yosef pun menyuruh Danu untuk datang ke rumahnya.
"Perintah, katanya Pak Yosef bi Nung sama Amel ada yang nyulik. Jadi dia (Danu) disuruh masuk sebelum ada polisi. Iya masuk (Danu masuk) disuruh Pak Yosef. (Danu) lihat-lihat aja, kaget, dia lihat katanya berantakan ada darah" ungkap Lilis.
Fakta yang diungkapkan Lilis pun dibenarkan oleh Danu.
Pada Rabu pagi, tanggal 18 Agustus 2021, Danu yang sedang tidur mengaku mendengar teriakan Yosef di depan rumahnya.
Akan tetapi, Danu mengabaikan teriak Yosef dan kembali tidur.
"Pagi-paginya tanggal 18 Agustus, pas Danu lagi tidur, ada yang teriak-teriak waktu itu pakai motor. Samar-samar, tapi kayak pak Yosef. Tapi saya pura-pura tidur lagi waktu itu," terang Danu, dilansir TribunnewsBogor.com dari Youtube Heri Susanto, Selasa (21/9/2021).
Akan tetapi, sang ibunda membangunkan Danu dengan cukup keras.
Rupanya, ibunya tersebut dititipi pesan oleh Yosef agar Danu segera meluncur ke rumah Tuti dan Amalia.
"Danu, itu rumah acak-acakan. Amel diculik," ujar Danu mengutip kata-kata ibunya dari Yosef.
Mendengar kalau Amalia diculik, Danu yang sedang tidur pun terlonjak kaget.
Keponakan Tuti itu langsung buru-buru bawa motor menuju ke rumah Amalai, lokasi kejadian.
"Danu bener-bener kaget. Gak sempat cuci muka atau sikat gigi dulu, langsung cepat-cepat bawa motor kesana," pungkas Danu.(*)
Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul Sempat Dicurigai Yosef Punya Akses ke Rumah Tuti, Danu Akhirnya Bebas dari Tuduhan Pembunuhan,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/kesaksian-danu-dan-yosef-saat-temukan-jasad-tuti-dan-amalia-mustika-ratu.jpg)