Breaking News:

Tribun Pinrang

Perjuangan Murid UPT SD Negeri 274 Pinrang Ikut UNBK, Daki Bukit Cari Sinyal

Pelajar di Dusun Paleleng, Desa Kaseralau, Kecamatan Batulappa, Kabupaten Pinrang sangat membutuhkan akses internet demi kenyamanan belajar.

Penulis: Nining Angraeni | Editor: Hasriyani Latif
citizen/suparman
Siswa-siswi UPT SD Negeri 274 Pinrang mengikuti UNBK dengan mendaki perbukitan di Dusun Paleleng, Desa Kaseralau, Kecamatan Batulappa, Kabupaten Pinrang, perbatasan Kabupaten Pinrang-Enrekang untuk mendapat jaringan pada Rabu (22/9/2021). 

TRIBUNPINRANG.COM, PINRANG - Siswa-siswi UPT SD Negeri 274 Pinrang harus bertarung nyawa untuk mengakses jaringan.

Hal itu diketahui ketika pelajar SD Negeri 274 mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada Rabu (22/09/2021) kemarin.

Mereka rela mendaki di perbukitan Dusun Paleleng, Desa Kaseralau, Kecamatan Batulappa, Kabupaten Pinrang, perbatasan Kabupaten Pinrang-Enrekang, Sulawesi Selatan, untuk mendapat jaringan.

Mereka mendaki sembari membawa laptop.

Tokoh Pemuda Desa Kaseralau, Suparman mengatakan hal itu terpaksa dilakukan siswa-siswi demi mengikuti UNBK.

"Demi mengikuti UNBK, siswa-siswi di UPT SD Negeri 274 Pinrang rela bertarung nyawa dengan mendaki perbukitan untuk mendapat jaringan yang memadai," kata Suparman, Kamis (23/9/2021).

Ia menuturkan untuk naik ke perbukitan, siswa-siswi UPT SD Negeri 274 melakukan perjalanan ke bukit sekitar satu kilometer untuk mendapatkan akses jaringan internet.

"Untuk sampai di atas itu, anak-anak melakukan perjalanan ke bukit dengan jarak 1 kilometer," bebernya.

Pelajar di Dusun Paleleng, Desa Kaseralau, Kecamatan Batulappa, Kabupaten Pinrang sangat membutuhkan akses internet demi kenyamanan belajar.

"Siswa di Dusun Paleleng di sini membutuhkan jaringan internet agar saat mengikuti ujian bisa lancar dan tidak perlu lagi mendaki bukit untuk mendapat jaringan," tuturnya.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Pinrang khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan agar memberi perhatian lebih kepada pelajar yang jauh dari akses internet.

"Kami berharap ada perhatian khusus bagi pelajar yang ada di desa kami ini," ucapnya.

Suparman menginginkan pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pinrang memberi solusi atas kejadian ini.

"Sangat disayangkan jika anak-anak yang tadinya ingin ujian, namun harus bertarung nyawa dulu untuk sampai ke bukit demi mendapatkan jaringan," imbuhnya.(*)

Laporan Wartawan Tribunpinrang.com, Nining Angreani

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved