Breaking News:

Virus Corona

Johnny G Plate: Gelombang Ketiga Covid-19 Tak Bisa Dihindari

Johnny kemudian mengajak semua pihak agar mempertahankan tren penurunan kasus positif Covid-19 di Indonesia.

Editor: Muh. Irham
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Petugas memakamkan jenazah pasien Covid-19 di TPU Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, Senin (25/1/2021). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Berdasarkan penelitian berjudul Multiwave Pandemic Dynamics Explained: How to Tame The Next Wave of Infectious Diseases, dalam jurnal Scientific Reports, Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate mengungkapkan, gelombang ketiga Covid-19 tak bisa dihindari.

Johnny kemudian mengajak semua pihak agar mempertahankan tren penurunan kasus positif Covid-19 di Indonesia.

"Pemerintah mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mengantisipasi gelombang ketiga COVID-19 seiring meningkatnya kasus di beberapa negara tetangga, seperti Filipina, Malaysia, dan Singapura," ujar Johnny dalam siaran tertulis, Selasa (21/9/2021).

Johnny mengatakan pemerintah terus menyuarakan penguatan 3T (testing, tracing, dan treatment), disiplin memakai masker, vaksinasi, serta penggunaan aplikasi PeduliLindungi, sebagai kunci untuk menjaga momentum saat kasus COVID-19 menurun.

"Hal yang dapat dilakukan adalah memperlambat terjadinya gelombang baru dengan mengendalikan jumlah kasus ketika berada di level rendah. Hal ini harus diiringi dengan peningkatan intervensi farmasi seperti vaksinasi," katanya.

Menurut Menkominfo hingga Senin (20/9/2021), jumlah kasus aktif COVID-19 di Indonesia berada di angka 55.936 kasus, dengan penambahan kasus harian sebesar 1.932.

"Hal ini yang harus dipertahankan serendah mungkin dalam waktu yang lama, untuk meminimalisir dampak buruk gelombang baru," ujar Johnny.

Johnny memastikan pemerintah telah belajar dari pengalaman menghadapi gelombang COVID-19 sebelumnya pada Juni hingga Agustus 2021.

Karena itu, pemerintah sudah lebih siap mengantisipasi potensi gelombang baru dengan terus mengoptimalkan sinergi antar lembaga, dalam mengimplementasikan berbagai kebijakan dengan tepat.

Kebijakan tersebut meliputi pembatasan pintu masuk kedatangan internasional via udara (Tangerang dan Manado), via darat (Aruk, Entikong, Nunukan, Motaain), dan via laut (Batam dan Tanjung Pinang).

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved