Ngovi Tribun Timur

Ada 10 Area Konservasi Rumah Hijau Denassa

Di Denassa Botanikal Garden ini merupakan bekas galian tambang batu bata, kemudian pihaknya merenovasi ulang.

Tangkapan layar youtube
Tribun Timur kembali menggelar Ngobrol Virtual seri#50 kali ini mengangkat tema, Darmawan Denassa, Peraih Penghargaan Kalpataru 2021, Rabu (22/9/2021) sore. 

TRIBUN-TIMUR.COM, GOWA - Rumah Hijau Denassa (RHD) memiliki sepuluh area konservasi atau fasilitas. 

Hal itu disampaikan Pemilik RHD, Darmawan Denassa saat menjadi narasumber pada Ngobrol Virtual atau Ngovi Tribun Timur, seri#50, Rabu (22/9/2021) sore. 

10 area konservasi sebut dia, ada yang benama black spot. 

Disebut black spot karena semua dikawasan tersebut berkaitan dengan warna hitam. 

Contohnya sebut dia, mangga hitam atau biasa disebut taipa le'leng. 

"Kemudian ada namanya tarung. Tarung itu jenis perdu yang dipakai saudara kita kajang mewarnai kain jadi hitam. Jadi ada tanaman yang dipakai saudara-saudara kita di Toraja mewarnai tongkongan jadi hitam, itu spesies yang kita tanam selamatkan," bebernya. 

Untuk edukasinya ada tanam baca atau Perpustakaan Denassa. 

Dalam perkembangannya RHD menjadi kampung literasi pertama di Sulsel.

Itu atas dukungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 

Ada area interaksi untuk saling bertemu sesama lainnya. Selain itu ada juga tempat diskusi, rumah panggung. 

"Hampir lima tahun ini, Rumah Hijau Denassa sudah jadi hutan karena sejak 2007 kita intensif, itu kita buka, Sawahku atau sekarang namanya berubah jadi Denassa Botanikal Garden," jelasnya. 

Di Denassa Botanikal Garden ini merupakan bekas galian tambang batu bata, kemudian pihaknya merenovasi ulang.

"Sekarang ini di Denassa Botanikal Garden orang belajar di sana," tandasnya. 

Orang-orang yang datang ke Denassa Botanikal Garden diperkenalkan keanekaragaman hayati. 

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved