Tribun Makassar
Masuk Daftar Daerah 'Langganan' Banjir, BBWS Pompengan Lakukan Mitigasi di Paccerakkang & Antang
Kata Danny, Pemkot Makassar bersama dengan BBWSPJ akan memitigasi titik-titik rawan banjir, seperti di Antang, dan Kodam III Paccerakkang.
Penulis: Siti Aminah | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar memprediksi musim hujan di wilayah Sulawesi lebih cepat, maju di bulan Oktober.
Karena itu, Pemerintah Kota Makassar mulai bersiap mengantisipasi terjadinya bencana, khususnya di wilayah rawan banjir.
Wali Kota Makassar Danny Pomanto melakukan pertemuan dengan Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ) di Kantor BBWSPJ jalan Karunrung.
Kata Danny, Pemkot Makassar bersama dengan BBWSPJ akan memitigasi titik-titik rawan banjir, seperti di Antang, dan Kodam III Paccerakkang.
"Wilayah yang kerap menjadi sasaran banjir ini harus di pikirkan solusinya. Kita berharap warga sekitar sudah tidak lagi merasakan pengungsian akibat banjir," ucap Danny Pomanto, Selasa (21/9/2021).
Di dua titik tersebut ada dua masalah yang ditemukan, yakni adanya jembatan yang menghambat aliran air.
Jembatan tersebut masing-masing ada di Paccerakkang (Kodam III) dan Manggala (Antang).
"Progres pertama yang bisa kita laporkan ke masyarakat adalah kami bersama balai sudah menemukan di mana penyakitnya ,yang kronis di Paccerakkang dan Mangggala," ujarnya.
Solusinya, Pemkot Makassar akan merevisi jembatan tersebut agar tidak lagi menghambat aliran air di kanal.
"Karena jembatan ini skalanya kecil dan bisa bergerak cepat maka saya menyatakan siap merevisi jembatan itu menjadi jembatan yang punya bentang langsung tidak punya gorong-gorong," jelasnya.
Masalah lainnya kata Danny, di jalan inspeksi kanal terdapat aneksasi atau penyerobotan kawasan pemukiman liar.
Pemukiman tersebut berpotensi melakukan pembuangan sampah di kanal.
Karena itu, pihaknya akan mengusulkan alas hukum di area pemukiman liar tersebut agar pinggiran kanal steril dari sampah-sampah yang berpotensi menyebabkan banjir.
Sementara itu, Kepala BBWSPJ, Adenan Rasyid mengakui adanya masalah penyumbatan air di dua wilayah tersebut.
"Ada jembatan kecil yang mempersempit Iran air, di jembatan ada tiga lobang dengan diameter kurang lebih 80 cm dipastikan akan menghambat aliran, itu yang perlu dibenahi dulu," sebutnya.
Kata Adenan, pihaknya rutin melakukan normalisasi kanal secara rutin untuk memperlancar arus air.
"Kami dari pihak pompengan sudah melakukan pengerukan di kanal juga di aliran sungai yang menghambat aliran air. Hanya saja memang masih ada beberapa tahapan lagi yang harus di tuntaskan menyambut musim penghujan ini," tutupnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/bbws-rakor-bareng-danny-pomanto.jpg)