Breaking News:

Tribun Sulsel

Begini Reaksi Bappelitbangda Sulsel saat Legislator PAN Singgung APBD Pemprov,Ingatkan Kasus Muallim

Irwandi mengaku Pemprov harus belajar dari kasus yang pernah menjerat mantan Sekprov Sulsel Andi Muallim.

Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Saldy Irawan
Begini Reaksi Bappelitbangda Sulsel saat Legislator PAN Singgung APBD Pemprov,Ingatkan Kasus Muallim
tribuntimur.com
Legislator Fraksi Partai Amanat Nasional Sulawesi Selatan (PAN Sulsel) Andi Irwandi Natsir (kiri) dan Sekretaris Dinas Bappelitbangda Sulsel Junaedi Bakri

 
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Legislator Fraksi Partai Amanat Nasional Sulawesi Selatan (PAN Sulsel) Andi Irwandi Natsir mempertanyakan penambahan anggaran atau belanja daerah yang tidak sesuai dengan aturan di APBD Perubahan Tahun Anggaran (TA) 2021.

Menurutnya, penambahan belanja daerah Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Rp50 miliar, Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Rp15 miliar serta Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Rp45 miliar dengan total Rp110 miliar perlu diperhatikan

Irwandi mengaku Pemprov harus belajar dari kasus yang pernah menjerat mantan Sekprov Sulsel Andi Muallim.

Jangan sampai kasus bantuan tanpa administrasi yang lengkap, terulang kembali. Dimana berujung pidana.

"Perlu diketahui, tak ada niatan menghentikan program itu. Kita hanya berharap menunda agar kita semua terhindar dari bala bencana," katany ditemui usai Rapat Paripurna di Gedung DPRD Sulsel Jl Urip Sumoharjo Makassar, Selasa (21/9/2021).

"Apalagi kalau barang itu diberikan ke orang per orang. Sama persis yang dialami oleh Andi Muallim lalu," jelas Irwandi.

Dalam aturan, kata Irwandi, hal itu tidak boleh. Akan jadi temuan jika dilanjutkan.

"Tidak boleh lampaui pagu anggaran di RKA. Nah di tahun ini melewati anggaran sangat jauh. Makanya komisi B anjurkan jangan lewati, tapi hari ini melewati," ujarnya.

Ia pun mengaku heran sebab Badan Anggaran tetap menyetujui APBD Perubahan 2021 tanpa memperhatikan rekomendasi dari pembahasan di komisi. 

"Saya tidak tahu siapa yang menyusun pendapat akhir ini. Bisa jadi terlupa ada beberapa hal yang lupa ditambahkan soal usulan di atas," jelas Irwandi.

Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Sekretaris Dinas Bappelitbangda Sulsel Junaedi Bakri menjelaskan terkait hal tersebut.

"Saya jelaskan, dalam RPJMD dan RKPD hanya pagu indikatif, bertambah berkurang itu memungkinkan," kata Edy sapaanya via pesan WhatsApp, Selasa sore.

"Itu sepanjang memperhatikan target kinerja yang ada, artinya kalau bertambah berarti diarahkan untuk pencapaian target," jelasnya.

Apalagi kata dia, Pemprov Sulsel fokus pada pemulihan ekonomi.

"Pemerintah harus melakukan optimalisasi potensi, tentunya dengan mempertimbangkan kemampuan daerah dari sisi kapasitas fiskal," jelasnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved