Breaking News:

Tribun Maros

32 Kantong Darah Terkumpul dalam Donor Darah di Dua Sekolah di Maros

Penandatanganan MOU terkait pelayanan darah dilaksanakan di Kantor dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa (21/09/21).

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Saldy Irawan
tribuntimur.com
Donor darah yang yang dilaksanakan oleh UPT Transfusi Darah Dinas kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan dan Dinas pendidikan Sulawesi Selatan di SMAN 3 Maros 

TRIBUNMAROS.COM, MAROS - UPT Transfusi Darah Dinas kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan dan Dinas pendidikan Sulawesi Selatan menjalin kerjasama dgn seluruh SMA, SMK, SLB se-Sulawesi Selatan.

Penandatanganan MOU terkait pelayanan darah dilaksanakan di Kantor dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa (21/09/21).

Penandatanganan MOU dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Jufri dan Kepala UPT Transfusi Darah Dinkes Provinsi Sulsel Erna Komalaningrum serta perwakilan dari masing-masing sekolah yang ditunjuk.

Penandatanganan MOU dirangkaikan dengan donor darah di dua Sekolah yang menjadi percontohan yakni SMKN 1 Maros dan SMAN 3 Maros.

Kepala UPT Transfusi Darah Dinkes Provinsi Sulsel Erna Komalaningrum mengatakan total darah yang berhasil terkumpul dalam kegiatan tersebut sebanyak 32 kantong.

"Untuk SMKN 1 Maros total pendaftar 50 orang, namun yang lolos screening hanya 17 orang," katanya.

Sementara di SMAN 3 Maros, Jumlah pendaftar juga 50 orang, namun yang lolos screening hanya 15 orang.

Kepala sekolah SMAN 3 Maros, Kencang Pawawoi mengapresiasi adanya kerjasama yang dilaksanakan ini.

"Kegiatan ini sangat baik, apalagi merupakan kegiatan kemanusiaan, saya memberikan support penuh terhadap kelancaran kegiatan ini," lanjutnya.

Melalui donor darah ini, kata Kencang, menjadi ajang untuk melatih siswa untuk peduli terhadap sesama.

Kencang juga menjelaskan dalam donor darah kali ini, terdapat lima sekolah yang turut diundang untuk bertasipasi.

"Tadi pesertanya ada lima sekolah, kami undang juga untuk donor darah disini. Terutama yang bergerak di organisasi PMR," tuturnya.

Diakui Kencang, terdapat satu kendala yang dihadapi dalam proses donor darah.

"Tadi salah satu syaratnya sudah harus menjalani vaksin dosis kedua, sementara rata-rata yang mendaftar baru vaksin dosis satu," 

Namun ia berharap, kedepannya kegiatan donor darah ini dapat dilaksanakan secara rutin, dan jumlah peserta dapat bertambah.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved