Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PON XX Papua

Tim Sepak Takraw Putri Sulsel Incar Satu Medali Emas di PON Papua

Intensitas latihan pun mulai dikurangi, para atlet diminta untuk menjaga kesehatan jelang pemberangkatan.

Tayang:
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/KASWADI
Tim sepak takraw putri Sulsel usai latihan di Lapangan Sepak Takraw FIK Universitas Negeri Makassar, Senin (20/9/2021). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tim sepak takraw putri Sulawesi Selatan (Sulsel) optimis raih medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.

Hal ini disampaikan oleh Pelatih Tim Sepak Takraw Putri, Muh Rustam saat ditemui usai melatih di lapangan sepak takraw FIK Universitas Negeri Makassar, Senin (20/9/2021).

Rustam menyebut, tim sepak takraw putri Sulsel mengincar satu medali emas dari dua nomor yang diikuti.

Yakni di nomor double event dan nomor kuadran.

"Optimis target satu medali emas, tapi bisa saja bisa dijadikan dua," katanya.

Saat ini atlet sepak takraw putri telah siap berangkat ke PON XX Papua. Kendala pun tidak ada.

"Teknik dan strategi sudah mencapai 85-90 persen," sebutnya.

Hasil sparing dengan enam tim sepak takraw putri provinsi lain sangat memuaskan. Sepak takraw putri Sulsel selalu meraih kemenangan.

"Sparing dengan enam provinsi lain, seperti Banten, DKI Jakarta, Lampung, Sulawesi Barat, Papua dan Kalimantan Utara berhasil dimenangkan," ucapnya.

Kendati demikian, sampai sekarang belum diketahui siapa yang akan menjadi lawan tim sepak takraw putri Sulsel di Papua.

Sebab, pengundian baru akan di lakukan di lokasi pertandingan di Kota Jayapura.

Dari lima provinsi lolos ke PON, akan dibagi menjadi dua grup.

"Belum tahu siapa lawan, nanti pada saat meeting baru ditentukan," ujarnya.

Tim sepak takraw putri Sulsel berangkat ke Papua pada Jumat (24/9/2021).

Melangsungkan pertandingan pada Senin (27/9/2021).

Intensitas latihan pun mulai dikurangi. Para atlet diminta untuk menjaga kesehatan jelang pemberangkatan.

Jangan sampai ada sakit, apalagi hasil swabnya positif Covid-19 ketika dites. Sebab, jika positif otomatis tidak bisa diikutkan.

"Kami minta atlet untuk menjaga diri dan kesehatan jelang keberangkatan," terangnya.

Latihan Taktik dan Teknik

Tim cabang olahraga (Cabor) sepak takraw putri Sulawesi Selatan (Sulsel) terus berlatih jelan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.

PON Papua bakal berlangsung awal Oktober 2021.

Tim sepak takraw putri Sulsel turun di dua kelas yakni, tim double event dan tim quadrant.

Pelatih tim sepak takraw putri, Ramli menuturkan persiapan telah memasuki tahap pra kompetisi.

Kini ia melakukan kompetisi secara internal untuk melihat peta kekuatan atlet.

Siapa diregu pertama, kedua dan ketiga.

"Ini untuk memudahkan dalam penyusunan saat kompetisi. Dicari yang terkuat," tuturnya Jumat (20/8/2021).

Di sisa waktu satu bulan lebih, anak asuhnya juga fokus berlatih taktik dan teknik.

Termasuk, telah melakukan uji coba dengan tim sepak takraw putri dari provinsi lain tim DKI Jakarta, Sulawesi Barat, Riau, Papua, Kalimantan Utara, dan Banten.

Hasilnya pun memuaskan. Semua pertandingan uji coba diraih dengan kemenangan.

"Persiapan kita perbanyak latihan taktik dan teknik. Kemudian uji coba dengan tim provinsi lain. Hasil uji coba berhasil dimenangkan," katanya.

Selanjutnya, sekali seminggu uji coba dengan atlet tim sepak takraw BKMF FIK Universitas Negeri Makassar (UNM).

Bola Keras

Ramli mengaku sengaja uji coba dengan tim sepak takraw putra BKMF UNM agar atletnya tak takut dengan bola keras di pertandingan nantinya.

Makanya, ia meminta tim sepak takraw putra BKMF UNM untuk tidak mengendurkan servis dan smash.

"Saya ingin membiasakan atlet dengan bola keras. Supaya pada saat pertandingan mereka tidak takut lagi," ungkapnya.

Di PON XX Papua, Ramli menilai kekuatan kontingen merata, seperti DKI Jakarta, Riau dan Jawa Timur.

Tim sepak takraw putri ditargetkan meraih medali emas. Hal ini tak lepas dari raihan medali perak pada PON XIX Jawa Barat lalu.

Pada PON tahun 2016 lalu, tim sepak takraw putri Sulsel dikalahkan oleh tim sepak takraw putri Jatim.

Hanya kalah faktor keberuntungan saja.

Namun, Ramli enggan membebankan  target tesebut kepada atlet. Intinya harus tampil maksimal.

"Tampil maksimal saja. Semua provinsi menargetkan yang terbaik. Target emas jangan dijadikan beban. Siapa yang siap mental dan mujur, itu yang jadi pemenang," ucapnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved