Tribun Bisnis
Telkom Respon Cepat Berikan Bantuan Korban Banjir dan Longsor di Serui
Bantuan air bersih diberikan selama lima hari,18-22 September karena masyarakat sangat membutuhkan fasilitas air bersih.
Penulis: Muh. Abdiwan | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Hujan lebat yang turun pada 14 September lalu menyebabkan banjir dan tanah longsor di Kota Serui, ibu kota Kabupaten Kepulauan Yapen di Provinsi Papua.
IndiHome, layanan fixed broadband unggulan milik PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, (Telkom) merespon cepat atas bencana banjir dan tanah longsor yang melanda masyarakat Kota Serui.
Melalui tim Korter (Kordinator Teritory) Serui, IndiHome memberikan bantuan langsung berupa Air Bersih dan sembako, Sabtu (18/9/2021).
Koordinator Teritory, Edison Lestuni mengungkapkan bantuan air bersih diberikan selama lima hari,18-22 September karena masyarakat sangat membutuhkan fasilitas air bersih.
“Selama lima hari tersebut, kami akan memastikan pasokan air bersih dan sembako untuk masyarakat yang terdampak musibah di Serui. Kami berharap bantuan dari IndiHome ini dapat meringankan beban masyarakat yang membutuhkan,” jelas Edison melalui rilis yang diterima tribun-timur.com, Senin (20/9/2021).
Selain bantuan air bersih kepada masyarakat, Telkom Papua Barat juga memberikan bantuan sembako kepada delapan karyawan Telkom Papua Barat yang terkena dampak banjir dan longsor.
Edison juga menyampaikan situasi dan kondisi STO, Plasa dan CME dalam kondisi aman terkendali, termasuk perangkat Telkomsel.
Serta penanganan gangguan HSI dan Data Internet khususnya pelanggan korporasi sudah dilakukan dan layanan sudah kembali normal.
Sementara itu, GM Witel Papua Barat Djoni mengatakan bantuan yang dikirimkan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan gerakan sosial kemanusiaan dari Telkom untuk meringankan beban para warga yang tertimpa musibah.
Sebagai #InternetnyaIndonesia, dukungan IndiHome tersebut merupakan bentuk panggilan kemanusiaan dan sejalan dengan visi dan nilai IndiHome untuk membantu sesama bangsa yang terkena musibah di Indonesia.(*)