Breaking News:

Tribun Maros

Penambang Ilegal Rusak Hulu Sungai di Maros, BBWS Pompengan Jeneberang Minta Pemda Turun Tangan

Kurangnya pengawasan dari Pemerintah bagi pelaku tambang, sehingga terjadi kerusakan di hulu sungai.

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Saldy Irawan
tribun-timur
Suasana rapat BBWS Pompengan Je'neberang bersama pemda Maros 

TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Maraknya penambangan di hulu sungai mendorong Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Je'neberang meminta pemerintah Kabupaten Maros melakukan pengawasan secara langsung, Senin (20/09/21).

Kepala BBWS Pompengan Je'neberang Adenan Rasyid mengatakan, sejauh ini memang ada penambang yang membandel dalam hal pelaksanaan aktifitas tambang. 

Padahal pemerintah sudah mengeluarkan aturan terkait masalah tambang di hulu. 

"Yang namanya pertambangan kalau mereka sesuai aturan dan rekomendasi yang diberikan harusnya tidak ada masalah. Namun terkadang pelaksana di lapangan mungkin ada yang kebablasan,"

Kurangnya pengawasan dari Pemerintah bagi pelaku tambang, sehingga terjadi kerusakan di hulu sungai.

"Area yang tidak boleh ditambang, mereka tambang. Ada lokasi yang dilarang mereka tambang. Sehingga berpengaruh pada sungainya. Inilah yang perlu dilakukan pengawasan," jelasnya. 

Dia melanjutkan, pada dasarnya, apapun yang dilakukan di hulu pasti akan berdampak di hilir.

"Contohnya itu, bisa saja terjadi sedimentasi di hilir dan muara," lanjutnya.

Sehingga untuk mengatasi kerusakan di sungai akibat penambangan di hulu akan memakan biaya yang sangat besar. 

"Anggarannya cukup besar, tapi kami belum bisa memastikannya, karena harus dihitung secara pasti dan tepat dan harus matang sesuai pengkajiannya," jelasnya.

Tapi sebelumnya, kata Adenan, untuk mengatasi kerusakannya harus mengatasi penyebabnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Maros Hj Suhartina Bohari menambahkan, pihaknya akan menggandeng instansi terkait dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Maros dan Dinas Lingkungan Hidup. 

Mengingat kedua instansi ini merupakan instansi yang berkaitan dengan kelestarian alam dan perbaikan infrastruktur.

Suhartina Berharap, perbaikan dan pengerukan sungai Maros ini dapat secepatnya dilaksanakan.

 "Karena memang sudah sangat mendesak. Mengingat kabupaten Maros telah beberapa kali mengalami banjir karena air sungai yang meluap akibat pendangkalan di hilir sungai," tutupnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved