Simpang Susun Semanggi Era Ahok & Tugu Sepatu Era Anies, EK:Tidak Perlu Dibandingkan. Daripada Mules
Eko Kuntadhi memposting kolase foto Ahok saat mempresentasikan Simpang Susun Semanggi dengan foto Anies yang sudah edit mempresentasikan Tugu Sepatu.
TRIBUN-TIMUR.COM - Pegiat media sosial Eko Kuntadhi kembali berkomentar terkait Tugu Sepatu di Jakarta.
Diketahui, Tugu Sepatu dibangun di kawasan jalan Jenderal Sudirman, tepatnya dekat Stasiun Sudirman BNI City, Jakarta Pusat.
Sebelumnya, Eko Kuntadhi, melalui cuitan di akun Twitter @_ekokuntadhi mengatakan menunggu tugu kaos kaki agar tak lecet.
"Gue nungguin tugu kaos kaki. Biar gak lecet...," tulis Eko Kuntadhi, Jumat (17/9/2021) pukul 4.06 sore, seperti dilansir Tribun-timur.com.
Kali ini, Eko Kuntadhi memposting kolase foto Ahok saat mempresentasikan Simpang Susun Semanggi dengan foto Anies Baswedan yang sudah edit seolah mempresentasikan Tugu Sepatu.
"Masing-masing punya karya. Yang satu simpang susun semanggi.
Yang satu lagi tugu sepatu.
Keduanya tidak perlu dibandingkan. Daripada mules...," tulis Eko Kuntadhi, Sabtu (18/9/2021) pukul 12.35 tengah malam.
Dilansir dari artikel WartaKotalive.com berjudul BUKAN Daerah Penghasil Sepatu, Ini Alasan DKI Jakarta Ada Tugu Sepatu di Dekat Stasiun Sudirman, BUMD DKI Jakarta PT Jakarta Tourisindo (Jaktour) bersama pihak ketiga membangun Tugu Sepatu meski Jakarta bukan daerah utama penghasil sepatu,
Pemprov DKI Jakarta menilai, keberadaan Tugu Sepatu di Jalan Sudirman, tepatnya dekat Stasiun Sudirman BNI City, Jakarta Pusat itu bertujuan untuk mempercantik kota.
“Itu Jaktour ya, kami ingin mempercantik kota Jakarta di antaranya dengan Tugu Sepatu. Itu hasil kolaborasi, silakan tanya Jaktour untuk detailnya,” ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI pada Kamis (16/9/2021) malam.
Ariza mengatakan, keberadaan tugu itu diharapkan menarik perhatian khalayak, dan posisi Jakarta dapat setara dengan kota-kota di dunia.
Wisatawan domestik maupun wisatawan asing yang datang ke Jakarta bisa mengabadikan selfie atau swafoto dengan Tugu Sepatu sebagai latar belakangnya.
Seperti halnya Arab Saudi yang terdapat Tugu Sepeda di sana.
Selain dapat mempercantik kota, keberadaan tugu juga diyakini dapat menambah pengetahuan masyarakat.
“Artinya kami menghiasi kota agar menarik, supaya setara kota-kota di dunia. Kan bisa, kalian keliling dunia coba dicek di Google di setiap negara, di setiap kota kan ada produk menarik yang dapat menarik perhatian, bisa selfie di situ, dan lain sebagainya,” kata Ariza.
Seperti diketahui, instalasi sepatu raksasa yang didominasi warna putih itu diletakkan di atas sebuah benda yang mirip dengan panggung berwarna biru.
Terdapat beberapa tulisan di panggung sepatu raksasa tersebut, antara lain “Kolaborasi Untuk Kemajuan”, “a city of collaboration” dan “xpresi.sepatucompass.com”.
Di bawah tugu sepatu itu juga terdapat QR code yang ketika dipindai berisi surat terbuka untuk para pejuang industri kreatif di Indonesia.
Surat terbuka tersebut menjelaskan bahwa instalasi sepatu raksasa di tengah-tengah Ibu Kota merupakan bagian dari Festival Kolaborasi Jakarta.
Simpang Susun Semanggi: Dimulai Ahok, Diselesaikan Djarot, Diresmikan Jokowi
Pembangunan simpang susun Semanggi dimulai pada Jumat (8/4/2016).
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang meresmikan awal pembangunannya.
Pembangunan simpang susun Semanggi tidak menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan menggunakan dana kompensasi lantai bangunan (KLB) dari PT Mitra Panca Persada dengan nilai sekitar Rp 360 miliar.
Ahok begitu membanggakan proyek simpang susun Semanggi dan menyebutnya sebagai proyek monumental karena dibangun dengan bentang terpanjang di atas jalan tol dalam kota secara full precast melengkung (hiperbolik).
"Ini sejarah sipil pertama Indonesia yang memasang precast membentang sepanjang 80 meter di atas Semanggi. Jadi ini pertama kali sejarah Semanggi kita konstruksi sipil begitu luar biasa," kata Ahok, saat meresmikan pembangunan simpang susun Semanggi, Jumat (8/4/2016).
Ahok juga senang karena infrastruktur semegah ini dibangun tanpa menggunakan dana APBD.
Dia bangga bisa membuat pengembang melunasi kewajiban KLB dalam bentuk infrsatruktur yang berguna untuk warga.
Pembangunan dilanjutkan oleh Djarot yang menggantikan Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 2017.
Diketahui, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat resmi diangkat menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta menggantikan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.
Pengangkatan Djarot sebagai Plt Gubernur ini dilakukan setelah Ahok divonis 2 tahun penjara oleh majelis hakim karena dianggap terbukti melakukan penodaan agama.
Lalu pada 15 Juni 2017, Presiden Jokowi melantik Plt Gubernur DKI Jakarta Djarot menjadi Gubernur DKI.
Djarot menggantikan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk sisa masa jabatan.
Tak berselang lama usai pengangkatan Djarot sebagai Gubenur DKI Jakarta, Simpang Susun Semanggi diresmikan.
Pada Kamis (17/8/2017) malam, Presiden Joko Widodo meresmikan simpang susun Semanggi, di Jakarta,
Dalam kesempatan tersebut, Jokowi pun sempat memuji kinerja Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, sejak dipimpin Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, hingga kemudian digantikan Djarot Saiful Hidayat.
"Saya sangat menghargai kecepatan pembangunan simpang susun Semanggi, yang cepat sekali, satu tahun. Sangat menghargai sekali kerja gubernur sekarang (Djarot) maupun gubernur sebelumnya (Ahok)," kata Jokowi.
Kepala Negara mengatakan, kawasan Semanggi bukan hanya jantungnya Jakarta, tapi jantung Indonesia. Keramaian yang paling padat ada di Semanggi. Oleh karena itu, simpang susun Semanggi ini sangat penting untuk mengurai kemacetan.
Jokowi sendiri mengaku sudah lebih dari 10 kali bolak-balik simpang susun Semanggi.
"Sekali lagi saya mengapresiasi pekerjaan cepat yang dikerjakan di simpang susun sesuai dengan rencana. Ini dikerjakan PT Wijaya Karya dengan ketepatan waktu," kata Jokowi sambil mengacungkan jempolnya.
Dalam peresmian ini, selain ditemani Djarot, Jokowi juga didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadi Muljono dan Menteri Perhubungan Budi Karya. (Tribun-timur.com/ Sakinah Sudin, WartaKotalive.com/ Fitriyandi Al Fajri, Kompas.com/Ihsanuddin)