Breaking News:

Tribun Wajo

Akibat Banjir, 10.659 Rumah Warga di 6 Kecamatan Kabupaten Wajo Masih Terdampak

Masih ada 10.650 rumah warga yang terdampak. Tercatat, ada 12.760 kepala keluarga (KK), dengan jumlah 34.228 jiwa yang terkena.

tribun-timur
Pemukiman warga di Kelurahan Salomenraleng, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, yang masih terdampak banjir, Sabtu (18/9/2021). 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Sudah tiga pekan banjir melanda Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wajo mencatat, masih ada 48 desa/kelurahan di 6 kecamatan terdampak banjir.

"Cakupan banjir sampai hari ini masih ada 48 desa/kelurahan di 6 kecamatan," kata Kepala Pelaksana BPBD Wajo, Andi Muslihin, Sabtu (18/9/2021).

Kecamatan tersebut adalah Kecamatan Tempe, Kecamatan Belawa, Kecamatan Tanasitolo, Kecamatan Pammana, Kecamatan Sabbangparu, dan Kecamatan Bola.

Masih ada 10.650 rumah warga yang terdampak. Tercatat, ada 12.760 kepala keluarga (KK), dengan jumlah 34.228 jiwa yang terkena.

Bahkan, jumlah pengungsi dikabarkan semakin bertambah.

"Sampai hari ini jumlah pengungsi mencapai 34 KK, ada yang kita kategorikan pengungsi mandiri yang memilih mengungsi ke rumah kerabatnya, dan ada yang pengungsi yang tinggal di tempat pengungsian yang disediakan pemerintah," katanya.

Andi Muslihin merincikan, ada 5 KK yang masuk kategori mandiri dengan 14 jiwa.

Lebih lanjut, ada 5 titik pengungsian yang dibuat Pemkab Wajo di Kecamatan Tempe dan kini dihuni 29 KK atau 109 jiwa.

Banjir di Kabupaten Wajo terjadi sejak Sabtu (28/8/2021) lalu.

Hingga saat ini, Kabupaten Wajo masih memberlakukan status tanggap darurat bencana.

Banjir dipicu oleh tingginya intensitas hujan, ditambah meluapnya Danau Tempe. Dua sungai yang bermuara di Danau Tempe, yakni Sungai Walennae dan Sungai Bila juga meluap.

Sejauh ini, bantuan darurat berupa paket sembako telah disalurkan ke korban terdampak banjir.

Termasuk, para pengungsi yang berada di tempat pengungsian, pemerintah telah mendirikan dapur umum.

Meski demikian, masyarakat mengaku membutuhkan bambu untuk digunakan sebagai titian jalan serta mendirikan lantai di dalam rumah panggung apabila ketinggian air semakin meningkat.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved