Breaking News:

Tribun Sidrap

Akibat Covid-19, Peternak Ayam di Sidrap Rugi Hingga Rp18 Juta Sehari

Diketahui ia mendistribusikan telur-telurnya ke Kalimantan Timur (Kaltim), Kendari Sulawesi Tenggara, dan Kota Makassar. 

Penulis: Nining Angraeni | Editor: Saldy Irawan
tribun-timur
Fatahuddin (dok pribadi Fatahuddin) 

TRIBUNSIDRAP.COM, SIDRAP - Peternak ayam petelur di Sidrap, Sulawesi Selatan mengalami kerugian di masa pandemi Covid-19 ini. 

Hal itu dikatakan salah satu Peternak Ayam Petelur di Desa Bulo Sidrap, Fatahuddin. 

Fatahuddin mengaku mengalami kerugian hingga Rp 18 juta sehari selama pandemi Covid-19. 

Diketahui ia mendistribusikan telur-telurnya ke Kalimantan Timur (Kaltim), Kendari Sulawesi Tenggara, dan Kota Makassar. 

"Kebutuhan pakan nasional itu kan 70 persen komponennya impor. Nah, ketika pandemi Covid-19, semua negara produsen bagian Amerika Latin seperti Argentina, Brazil, dan lainnya itu produksi baku pakannya sangat minim," kata Fatahuddin kepada Tribunsidrap.com, Jumat, (17/09/2021). 

Dikatakannya, produksi pakan yang minim itu hasil produksinya tidak diekspor.

"Makanya harga pakan di Indonesia mahal atau melampaui harga normal," ucapnya. 

Fatahuddin menyebutkan harga pakan melambung tinggi. Sementara harga telur anjlok. 

Harga pakan saat ini mencapai Rp6.400 per kilogram.

Sementara, harga telur anjlok di harga Rp29 ribu per rak. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved