Breaking News:

Tribun Wajo

Pengungsi Banjir Wajo Terserang Gatal-gatal

Ketinggian air di Kelurahan Mattirotapareng Wajo sudah mencapai 2,5 meter dan sudah mulai menggenangi rumah panggung warga.

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM/HARDIANSYAH ABDI GUNAWAN
Posko pengungsian korban banjir di Jl Jangko, Kelurahan Mattirotappareng, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Sudah ada 105 jiwa yang mengungsi akibat banjir yang melanda selama dua pekan lebih di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.

Para pengungsi tersebut tercatat berada di Kecamatan Tempe, Rabu (15/9/2021). Pemerintah Kabupaten Wajo telah menyiapkan titik-titik posko pengungsian untuk warga.

Salah satunya di Jl Jangko, Kelurahan Mattirotappareng, Kecamatan Tempe. Ada 16 KK atau 62 jiwa yang berada di posko pengungsian itu.

Menurut Kepala Lingkungan Cappawengeng, Andi Hasanuddin, sudah sepekan warganya tinggal di bawah tenda pengungsian yang didirikan pemerintah.

Sejumlah masalah kesehatan pun mulai muncul, terutama kutu air.

"Gatal, kutu air, yang lain tidak ada. Selain itu, agak terganggu sedikit, karena ada yang bocor. Kadang masuk air kalau hujan," katanya, saat ditemui Tribun Timur, Selasa (14/9/2021) kemarin.

Menurutnya, pelayanan kesehatan rutin mengunjungi posko pengungsian dan memberikan obat bagi masyarakat.

Bantuan sembako dan air bersih menjadi kebutuhan warga.

Namun, demikian, Andi Hasanuddin menyebutkan, bahwa bantuan bambu menjadi prioritas buat masyarakat.

"Bantuan sembako, air minum, dengan lampu. (Yang paling dibutuhkan) bambu," katanya.

Ketinggian air di Kelurahan Mattirotapareng sudah mencapai 2,5 meter dan sudah mulai menggenangi rumah panggung warga.

Meski demikian, Andi Hanasuddin menyebutkan bahwa ada pula warganya yang memilih bertahan di rumahnya dengan berbagai alasan.

"Masyarakat yang bertahan di rumah karena pertama-tama dia jaga masalah hartanya, banyak juga warga yang mengambil kesempatan," katanya.

Sebagaimana diketahui, banjir di Kabupaten Wajo terjadi sejak Sabtu (28/8/2021) lalu. Masih ada 48 desa/kelurahan di 6 kecamatan yang terdampak banjir.

Yakni, di Kecamatan Tempe, Kecamatan Bola, Kecamatan Belawa, Kecamatan Sabbangparu, Kecamatan Tanasitolo, dan Kecamatan Pammana. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved