Breaking News:

Tribun Wajo

Pemkab Wajo Dirikan Dapur Umum, Layani Makan Siang & Malam untuk Pengungsi Banjir dan Relawan

Sejauh ini, pengungsi korban banjir terpusat di Kecamatan Tempe. Ada 5 titik pengungsian warga yang terdampak banjir.

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan | Editor: Saldy Irawan
tribun-timur
Pemerintah Kabupaten Wajo mendirikan dapur umum untuk para pengungsi korban banjir dan relawan, Rabu (15/9/2021). 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Pemerintah Kabupaten Wajo mendirikan dapur umum untuk para pengungsi korban banjir.

Melalui Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P2KBP3A) Kabupaten Wajo, dapur umum itu melayani para korban banjir 2 kali sehari.

"Dua kali sehari, untuk makan siang dan malam," kata Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos P2KBP3A Wajo, Warmansyah, Rabu (15/9/2021).

Dapur umum itu berdiri sejak Selasa (14/9/2021) kemarin, dan berada di Posko Terpadu Penanganan Bencana Banjir di Halaman Perpustakaan Daerah Kabupaten Wajo.

Lebih lanjut, dapur umum itu akan beroperasi selama 7 hari.

"Kita akan beroperasi selama 7 hari, tapi kalau status tanggap darurat bencana diperpanjang, tentunya kita akan mengikut," katanya.

Sejauh ini, pengungsi korban banjir terpusat di Kecamatan Tempe. Ada 5 titik pengungsian warga yang terdampak banjir.

Tercatat, sudah ada 29 kepala keluarga (KK) atau 108 jiwa yang mengungsi akibat banjir.

Titik pengungsian sendiri yakni, di tenda pengungsian Jl Jangko, TPA Masjid Al-mu'minum Kelurahan Mattirotappareng, Jl KH Yunus Maratang, Aula Dinas Perikanan Kabupaten Wajo, dan Jl Beruang.

Sebelumnya, Bupati Wajo, Amran Mahmud datang meninjau kondisi dapur umum untuk para pengungsi dan relawan itu.

"Dapur umum ini diharapkan melayani kebutuhan para pengungsi. Begitu juga diperuntukkan untuk para relawan," kata Amran Mahmud.

Masih ada 48 desa/kelurahan di 6 kecamatan yang terdampak banjir, yakni di Kecamatan Tempe, Kecamatan Tanasitolo, Kecamatan Bola, Kecamatan Sabbangparu, Kecamatan Pammana, dan Kecamatan Belawa.

Amran Mahmud pun mengimbau kepada seluruh jajarannya agar tetap waspada terhadap banjir yang saat ini terjadi.

"Tetap waspada, apalagi informasi terakhir tinggi air di bendung gerak (Tempe) setinggi 8,2 meter. Kita harus tetap waspada," katanya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wajo mencatat, ada 10.630 yang dihuni 12.760 KK dengan jumlah 34.228 jiwa yang terdampak banjir.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved