Breaking News:

Ngopi Tribun Timur

Ni'matullah Sebut Musda Demokrat Bukan Ajang Hadap-hadapan

Hasil Kongres Partai Demokrat 2020 lalu menghasilkan kesepakatan perubahan mekanisme pemilihan ketua dalam musda.

Penulis: Ari Maryadi | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/MUH ABDIWAN
Wakil Ketua DPRD Sulsel Ni'matullah Rahim Bone jadi narasumber dalam Program Ngobrol Politik Tribun Timur bertema dari aktivis hingga pimpinan DPRD Sulsel, Senin (13/9/2021) malam. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Selatan, Ni'matullah Rahim Bone memilih irit bicara soal gelaran Musyawarah Daerah Partai segitiga mercy.

Baginya, musda bukanlah ajang untuk saling berhadap-hadapan antar kubu dalam internal.

Ia mengatakan hal itu bisa memicu perpecahan jika musda memunculkan pertarungan, saling berhadap-hadapan.

"Tidak seharusnya musda kita saling berhadap-hadapan karena pada akhirnya yang tentukan DPP. Semua kebersamaan, solidaritas, persahabatan harus tetap terjaga," kata Ni'matullah dalam Program Live Ngobrol Politik Tribun Timur, Senin (13/9/2021).

Hasil Kongres Partai Demokrat 2020 lalu menghasilkan kesepakatan perubahan mekanisme pemilihan ketua dalam musda.

Musda tidak lagi memilih ketua DPD di arena, melainkan hanya memilih tiga calon untuk dikirim ke DPP.

Nantinya ketua DPD akan dipilih oleh ketua umum, sekjen, dan ketua OKK. 

"Demokrat mulai berubah untuk musda baik AD/ART maupun PO. Musda itu memilih tiga calon dikirim ke Jakarta, nanti ada tim 3 tentukan siapa paling pantas," katanya.

"Saya memandang musda dengan perubahan AD/ART sehingga saya tidak mau banyak bicara. Karena kita mau jungkir balik bagaimana di DPP yang tentukan, sudah begitu aturan main," sambungnya.

Ia mengatakan ajang musda bukan lagi ajang saling berhadap-hadapan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved