Breaking News:

KPK RI

Basaria Panjaitan Jadi Komut Padahal Bos Sentul City Ditangkap KPK, Adhie Massardi: Apa Kata Dunia?

Mantan wakil ketua KPK RI, Basaria Panjaitan menjadi sorotan karena menjadi komut di perusahaan Sentul City padahal bos pernah dicokol KPK.

Editor: Muh Hasim Arfah
handover
Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Basaria Panjaitan menjadi komisaris utama di Sentul City. 

TRIBUN-TIMUR.COM- Komisaris Utama Sentul City, Basaria Panjaitan menjadi perhatian utama.

Sebab, sehabis pensiun dari Komisi Pemberantasan Korupsi, ternyata purnawiran jenderal bintang dua Polri ini menjadi komisaris di perusahaan properti.

“APA KATA DUNIA? ex pimpinan lembaga yg menjarakan Bos PT Sentul City itu (@KPK_RI) kini jadi anak buah Pak Bos,” cuit Adhie Massardi di akun twitternya, @AdhieMassardi dikutip Tribun Timur, Rabu (15/9/2021), pukul 22.45 WITA.

Adhie M Massardi adalah mantan juru bicara presiden Abdurrahman Wahid.

KPK pernah menangkap bos Sentul City, Kwee Cahyadi Kumala alias Swie Teng adalah pesakitan di lembaga antirasuah tersebut.

Swie Teng dihukum 5 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor karena terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi, menyuap Bupati Bogor Rachmat Yasin guna memuluskan tukar-menukar kawasan hutan di Kabupaten Bogor tahun 2015.

Baca juga: Rocky Gerung Sudah Dapat Tawaran 16 Rumah, Villa hingga Apartemen Gratis Sejak Isu Rumahnya Digusur

Mantan juru bicara presiden, Adhie M Massardi menyindir komisaris utama Sentul City, Basaria Panjaitan.
Mantan juru bicara presiden, Adhie M Massardi menyindir komisaris utama Sentul City, Basaria Panjaitan. (twitter)

Rahmat Yasin diduga menerima gratifikasi berupa tanah seluas 20 hektare di Jonggol, Kabupaten Bogor dari seseorang untuk memuluskan perizinan pendirian Pondok Pesantren dan Kota Santri.

KPK juga menduga Rahmat Yasin menerima gratifikasi berupa mobil Toyota Vellfire senilai sekitar Rp 825 juta dari seorang pengusaha rekanan Pemkab Bogor.

Atas perbuatannya, Rahmat dijerat dengan Pasal 12 huruf f dan Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sebelumnya, Rahmat sebelumnya telah bebas pada 8 Mei 2019, setelah menjalani masa hukuman terkait perkara korupsi lainnya di Lapas Sukamiskin Bandung.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved