Breaking News:

KKB Papua

OPM Janji Tak Ganggu PON XX Papua, KKB yang Nekat Menyerang Akan Diberi Sanksi

Maklumat tersebut dikeluarkan oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPN-PB OPM).

Editor: Muh. Irham
ist
Pasukan TPNPB OPM 

TRIBUN-TIMUR.COM – Pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XX yang akan digelar di Papua, hampir pasti akan berlangsung aman dan lancar.

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua yang dikhawatirkan akan membuat kekacauan, telah mengeluarkan maklumat tidak akan mengganggu jalannya perhelatan olahraga tingkat nasional tersebut.

Maklumat tersebut dikeluarkan oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPN-PB OPM).

Dalam surat maklumat Rimba Raya yang dikeluarkan oleh Mabes TPN-PB OPM pada 7 September 2021 lalu, mereka menjamin tidak akan melakukan serangan atau tembak-tembakan selama pelaksanaan PON XX Papua.

Dalam surat tersebut tertuang bahwa Panglima Tentara Pembebasan nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka meminta kepada seluruh pejuang gerilya tidak melakukan tindakan yang mengganggu PON XX Papua.

Bahkan surat yang ditandatangi oleh Panglima TNP-PB OPM, Amos Sorondanja dengan tegas meminta agar seruan ini dilaksanakan dan dipatuhi seluruh tentara pembebasan Papua Barat.

Sementara itu Kepala Perwakilan Komnas HAM Papua dan Papua Barat, Frits Ramandey ketika dikonfirmasi memberikan apresiasi atas seruan tersebut.

“Komnas HAM memberikan apresiasi Hak asasi kepada TPN-PB OPM yang mengeluarkan seruan itu,” ucapnya ketika di Konfirmasi, melalui sambungan telepon , Selasa (14/9/2021) sore.

Frits pun menilai langkah yang tertuang dalam seruan itu bukti bahwa TNP_PB OPM memiliki tangungjawab memberikan hak rasa aman bagi tamu yang datang dari luar Papua.

“Saya memandang seruan ini sebagai tangungjawab dan pertisipasi  pimpinan kelompok sipil bersenjata untuk memberikan pesan perdamaian, tapi juga menertibkan seluruh jajarannya,” bebernya.

Ia pun memastikan apabila seruan ini dikeluarkan maka dipastikan tidak ada akan aksi.

“Struktur TPN-PB  OPM sudah jelas dan terstruktir, sehingga pasti diikuti semua kelompok sipil bersenjata,” bebernya.

“TPN-PB  OPM dalam organisasi yang mendekalrasikan diri tentang kemerdekaan Papua bahkan organisasi ini sangat tua,” tuturnya.

Frits pun kembali memberikan apresiasi atas seruan tersebut.

“Kami dari Komnas HAM memberikan  presiasi hak asasi aman yang diberikan oleh TPN-PB OPM,” pungkasnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved