Breaking News:

Tribun Makassar

Pelaku Begal di Kampus Unhas Ditangkap, Polisi Amankan Motor dan Pisau Dapur

Aksi begal itu terjadi di depan Fakultas Hukum Unhas, Kecamatan Tamalanrea, Makassar.

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Suryana Anas
Polsek Tamalanrea
Pelaku begal mahasiswa Unhas dan barang bukti pisau yang digunakan diamankan di Mapolsek Tamalanrea, Makassar, Minggu (13/9/2021) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Seorang pelaku begal bersenjata pisau dapur, ditangkap Tim Opsnal Polsek Tamalanrea, Makassar, Minggu kemarin.

Pelaku berinisial AW alias Ade (25) warga Komplek Bumi Tamalanrea Permai (BTP) Blok J, Kelurahan Buntusu, Kecamatan Tamalanrea, Makassar.

Penangkapan Ade yang dipimpin Panit 2 Reskrim Polsek Tamalanrea Ipda Muhammad Iqbal Kosman, berlangsung di dalam kawasan Unhas.

Kapolsek Tamalanrea, AKP Muhammadi Mukhtari mengakatan, aksi begal yang dilancarkan Ade menyasar ke salah satu mahasiswa berinisial MI.

Saat itu, MI yang melintas di depan Fakultas Hukum Unhas dihadang oleh Ade menggunakan pisau dapur.

"Ade menggunakan pisau kemudian mengancam serta merusak sepeda motor milik korban (MI) menggunakan pisau, dengan mengatakan, "kau pilih nyawamu atau hartamu," kata AKP Muhammadi Mukhtari dalam keterangan tertulisnya, Senin (13/9/2021) siang.

MI yang terancam pun, lanjut AKP Muhammadi Mukhtari, menyerahkan ponsel miliknya ke pelaku (Ade).

Ade yang mendapatkan ponsel MI, pun kabur.

Sementara, penangkapan Ade, kata AKP Mukhtari, berawal saat security kampus mendapati motor yang digunakan Ade beraksi.

Dari informasi itu, Tim Opsnal Polsek Tamalanrea pun ke lokasi dan mencari Ade yang meninggalkan motornya.

"Anggota bersama-sama sekuriti melakukan pencarian di dalan areal kampus, sehingga didapati pelaku Ade yang bersembunyi di dalam taman kampus," bebernya.

Dalam penangkapan itu, polisi mengamankan barang bukti motor yang digunakan Ade.

Begitu ponsel, pisau dapur dan sebotol minuman keras.

Kini, Ade mendekam di sel tahanan Polsek Tamalanrea, Makassar.

Ia dijerat pasal 365 KUHPidana dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved