Breaking News:

Tribun Makassar

Kabel Bawah Laut CPI - Pulau Laelae Makassar Ditender Rp 1,17 M

Dinas ESDM Sulsel merencanakan pembangunan kabel bawah laut dari Center Point of Indonesia (CPI) hingga Pulau Laelae Makassar.

Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Suryana Anas
lpse.sulselprov.go.id
Dinas ESDM Sulsel merencanakan pembangunan kabel bawah laut dari Center Point of Indonesia (CPI) hingga Pulau Laelae Makassar. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Sulawesi Selatan (ESDM Sulsel) sebagai Pengguna Anggaran, merencanakan pembangunan kabel bawah laut dari Center Point of Indonesia (CPI) hingga Pulau Laelae Makassar.

Tahap awal, pada APBD 2021 telah muncul di laman lpse.sulselprov.go.id, tender Pekerjaan Jasa Konsultansi Penyusunan Feasibility Study (FS), Detail Engineering Design (DED), Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dan Perizinan Pembangunan Kabel bawah Laut Tegangan Menengah 20 Kilo Volt (kV) CPI Losari-Pulau Laelae.

Tender tersebut dibuat pada (21/7/2021), dimana tahap tender saat ini, Senin (13/9/2021) masuk Evakuasi Dokumen Kualifikasi.

Dinas ESDM Sulsel menganggarkan tender tersebut dengan pagu sekitar Rp1,175 miliar. Sedangkan HPS sekitar Rp1,174 miliar.

Adapun jenis pengadaan tersebut yakni jasa konsultasi badan usaha konstruksi, dengan metode pengadaan, seleksi, prakualifikasi dua file, kualitas dan biaya.

Cara pembayarannya sesuai waktu pengerjaan, dimana sudah ada 14 perusahaan berkualifikasi kecil yang mendaftar.

Dikonfirmasi terkait tender tersebut, Kadis ESDM Sulsel, Andi Irawan Bintang tidak merespon melalui pesan singkat dan telepon.

Sebelumnya, pada awal 2021, Gubernur Sulawesi Selatan yang diberhentikan sementara, Nurdin Abdullah memaparkan potensi pulau yang ada di Sulsel pada saat Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Bappenas RI, Suharso Monoarfa dan seluruh Gubernur se-Indonesia via virtual di Kantor Gubernur Sulsel Jl Urip Sumoharjo Makassar, Selasa, (23/2/2021) lalu.

Dalam pemaparannya, NAurdin Abdullah mengatakan Sulsel terdapat sekitar 319 pulau dan masih banyak pulau-pulau kecil yang kondisinya sangat memprihatinkan.

"Ini karena adanya kontradiksi antara potensi yang ada dengan kondisi kehidupan sosial masyarakat," ujar Nurdin Abdullah dalam paparannya kala itu

NA menjelaskan, dengan kemampuan APBD dan bantuan dana pihak ketiga melalui corporate social responsibility (CSR) dan kolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota dapat membangun sejumlah fasilitas seperti telekomunikasi, air minum dan listrik.

Tender Pekerjaan Jasa Konsultansi Penyusunan FS, DED, HPS dan Perizinan Pembangunan Kabel bawah Laut Tegangan Menengah 20 Kilo Volt (kV) CPI Losari-Pulau Laelae menjadi intervensi nyata.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved