Breaking News:

Tribun Enrekang

VIDEO: Unjuk Rasa Mahasiswa Tolak Randis Mewah Bupati Enrekang Ricuh

Mahasiswa menuntut dikembalikannya mobil kendaraan dinas Bupati Enrekang senilai Rp 1,6 miliar yang dianggarkan di tengah pandemi Covid-19.

Penulis: Muh. Asiz Albar | Editor: Suryana Anas

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG - Aksi unjuk rasa yang digelar sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Menggugat di depan Kantor DPRD Enrekang, Jumat (10/9/2021) sore berakhir ricuh.

Massa aksi dan sejumlah aparat penegak hukum saling dorong dan bentrok di unjuk rasa berlangsung.

Kericuhan terjadi saat puluhan pengunjuk rasa mencoba masuk membawah speaker mereka ke dalam gedung DPRD.

Namun niatan mereka dihalangi oleh pihak keamanan. Alhasil saling dorong berujung bentrok pun terjadi.

Kericuhan dikendalikan usai Kapolsek Enrekang, AKP Anton dan sejumlah pihak kepolisian menenangkan situasi.

Sehingga massa kembali menenangkan diri dan melanjutkan orasi sejenak lalu membubarkan diri.

Ketua DPRD Enrekang, Idris Sadik sempat ingin menemui pengunjuk rasa namun massa aksi menolak lantaran menilai situasi sudah tak kondusif dan akhirnya mereka membubarkan diri.

Untuk diketahui, Puluhan massa yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Menggugat berunjuk rasa di depan Kantor DPRD Enrekang, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan, Jumat (10/9/2021) siang.

Mereka menuntut dikembalikannya mobil kendaraan dinas Bupati Enrekang senilai Rp 1,6 miliar yang dianggarkan di tengah pandemi Covid-19.

Jenderal Lapangan, Misbah Juang mengatakan mobil dinas baru Bupati Enrekang senilai Rp 1,6 miliar yang dianggarkan di tengah pandemi Covid-19 sangatlah tidak etis.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved