Tribun Sinjai

Curhat Petani Sinjai, Minta BMKG Massif Sosialisasikan Cuaca Ekstrem

Sebab saat ini Sinjai setiap hari diguyur hujan lebat dan mengakibatkan air melimpah di sawah petani. 

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Saldy Irawan
Citizen Reporter
ilustrasi petani 

TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI UTARA - Petani di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan sedang menunggu informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sinjai terkait masa curah hujan saat ini. 

Pasalnya saat ini Sinjai masih tinggi intensitas hujan. 

Petani berencana akan menggarap sawah jika ramalan cuaca BMKG masih panjang.

" BPBD Sinjai bersama Dinas Pertanian perlu respon kebutuhan petani untuk mendapatkan informasi perkembangan cuaca," kata salah seorang petani di Sinjai Selatan, Marzuki, Sabtu (11/9/2021).

Ia berharap agar dua dinas tersebut perlu memberikan penjelasan kepada masyarakat tani di Sinjai

Sebab saat ini Sinjai setiap hari diguyur hujan lebat dan mengakibatkan air melimpah di sawah petani. 

" Kami  ini hanya andalkan air hujan untuk bersawah dan sangat bergantung pada cuaca, karena sawah kami, sawah radah hujan," kata Marzuki.

Unumnya sawah masyarakat tani di Sinjai adalah sawah tadah hujan.

Mereka berharap kepada dua dinas tersebut dapat memberikan informasi jelas terkait perkembangan cuaca. 

Jika musim hujan masih panjang maka, petani berencana akan mengolah sawah. 

Terpisah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sinjai menyampaikan berdasarkan informasi yang diperoleh dari BMKG Makassar bahwa musim hujan di Sinjai hingga masuk November. 

" Musim hujan sampai November nanti berdasarkan informasi dari perkiraan BMKG Sinjai," kata Kepala BPBD Sinjai, Budiaman.

Ia menjelaskan bahwa saat ini ada perubahan iklim dimana biasanya Sinjai di bulan September dan Oktober sudah kemarau.

Namun saat ini yang terjadi adalah musim hujan.

Bagi wilayah perswahan yang didukung pengairan bisa dipertimbangkan karena kondisi bulan Oktober jangan sampai intensitas curah hujan dibawa normal.

" Tetapi padi yang ditanam diusahakan umur jangka pendek dan tidak melewati bulan September karena dikhawatirkan mempengaruhi waktu tanam berikutnya," katanya. 

Belum berfungsi dengan baiknya irigasi di Sinjai menyebabkan petani masih bergantung pada musim.

Umumnya setelah panen kedua setiap tahunnya petani menganggur bersawah dan mencari sumber mata penncaharian lainnya yang bisa menghidupi keluarga. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved