Breaking News:

Kronologi Dugaan Hilangnya Rp 45 Miliar Milik Idris Manggabarani di Bank Pelat Merah

Kuasa hukum Idris Manggabarani, Syamsul Kamar mengatakan, kejadian ini bermula ketika kliennya hendak mencairkan bilyet deposito miliknya.

Editor: Muh. Irham
DOK TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi 

TRIBUN-TIMUR.COM - Pengusaha properti Andi Idris Manggabarani mengaku kehilangan uang sebesar Rp 45 miliar di sebuah bank BUMN yang berkantor cabang di Makassar.

Kuasa hukum Idris Manggabarani, Syamsul Kamar mengatakan, kejadian ini bermula ketika kliennya hendak mencairkan bilyet deposito miliknya.

Akan tetapi, ia gagal melakukan pencairan untuk kepentingan bisnis itu. Sementara, pihak bank tak dapat memberi penjelasan yang memuaskan ke mana dana milik nasabah.

Pihak bank belakangan pun tak bisa mengembalikan dana Rp45 miliar itu.

"Selain itu tidak ditemukannya solusi atau penyelesaian dalam mediasi yang dilakukan pihak bank,” ujar Syamsul dalam keterangan tertulis pada awak media yang dikutip KompasTV, Jumat (10/9/2021).

Kemudian, bank melaporkan masalah ini ke Bareskrim Polri dengan nomor laporan S.Pgl/2019/VI/RES.2.2./2021/Dittipideksus.

Pihak bank, kata Syamsul, beralasan bilyet deposito dari Andi Idris tidak terdaftar dalam sistem bank mereka.

Maka, pihak Andi Indris pun balik melaporkan bank tersebut ke Polda Sulawesi Selatan pada tanggal 9 Juni 2021.

“Pihak kami pada tanggal 9 Juni 2021 membuat laporan ke Polda Sulsel tentang adanya dugaan kejahatan yang dilakukan oleh manajemen bank,” kata Syamsul.

Syamsul menyebut, penyidik Bareskrim Mabes Polri menduga ada pihak internal bank yang membuat rekening bodong. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved