Tribun Kampus
FTI UMI Hadirkan Program Sarjana Teknik Ahli K3 Umum.
Hal itu UMI terapkan guna menunjang dunia perindustrian yang semakin sehat dan berkemajuan.
Penulis: Darullah | Editor: Saldy Irawan
TRIBUNTIMUR.COM, MAKASSAR – Fakultas Teknik Industri (FTI) Universitas Muslim Indonesia (UMI) wajibkan semua lulusannya mempunyai sertifikat keselamatan, dan kesehatan kerja (K3).
Hal itu UMI terapkan guna menunjang dunia perindustrian yang semakin sehat dan berkemajuan.
Dalam agenda Bincang Kampus Tribun Timur yang dipandu Alfian Taufik. Penanggu jawab Program Sarjana Teknik Calon Ahli K3 Umum FTI UMI, Ir Ahmad Padhil, ST, MT, IPM, ASEAN Eng menekankan bahwsanya sertifikat K3 ini penting di dunia industri.
Sehingga Fakultas Teknik Industri UMI wajibkan semua lulusan miliki sertifikat K3 agar dunia perindustrian semakin sehat dan berkemajuan.
“Program K3 ini perlu ditanamkan sejak dini, dalam hal ini sektor pendidikan harus ambil peran,” ujarnya pada kegiatan tersebut.
“Kemudian kebijakan kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang mengharuskan mahasiswa memiliki Surat Keterangan Pendampin Ijazah (SKPI), tidak hanya ijazah saja yang dimiliki tapi ada juga pendamping ijazah yang qualified,” katanya.
“Sehingga alumni tidak sulit dalam mencari kerja, karna sekarang era sertifikasi, ijazah terkaang tidak terlalu dilihat, tapi melihat bisa apa. Bisa apanya itu dilihat dan dibuktikan dari sertifikat,” jelasnya.
Kemudian dengan ini, lanjut dia, kita sebenarnya menjalankan amanat UU 1970 tentang kesehatan dan keselamatan kerja, bahwa kita wajib menghadirkan itu.
Maka di sektor pendidikan kita harus membangun tri helix. Antara pemerintah, pendidikan, dan dunia industri harus punya wadah bagaimana bisa ketemu ini. Salah satu yang wajib pada sektor-sektor tersebut adalah K3.
Di UMI sendiri saat ini telah hadir Program Sarjana Teknik Calon Ahli K3 Umum. Perogram tersebut telah dicanangkan sejak 2018.
“Angkatan FTI UMI sejak 2018, itu sudah otomatis mendapatkan pelatihan K3 dan free, karna itu sudah kami perhitungkan include dalam pembiayaan yang telah dibayar,” tambahnya.
“Kalau kita mengikuti provider dari luar, atau selesai kuliah baru mengikuti program ini biasanya tergolong berat karna biayanya cukup tinggi. Selama masa pandemic ini pelatihan K3 ini berkisar antara 4-9 juta,” papar Ahmad Padhil.
“Tapi kalau di FTI UMI, ada kami sisihkan dari SPPnya untuk program K3. Jadi kalau mereka telah selesai kuliah tidak lagi membayar apa-apa untuk itu,” ungkapnya.
Alumni FTI UMI saat ini bukan hanya mendapatkan ijazah saja, tapi juga free sertifikat K3.
Hingga saat ini, UMI merupakan satu-satunya universitas yang menggelar Program Sarjana Teknik Ahli K3 Umum di Sulsel.
Laporan Jurnalis Tribun-Timur.com, Darullah, @uul.darullah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/fti-umi-hadir-bincang-kampus-tribun-timur.jpg)