Breaking News:

Tribun Wajo

Belum Terima SK Sejak 2013, Polisi Mulai Selidiki Dugaan Pungli Pengangkatan CPNS K2 di Wajo

Polres Wajo mulai mengusut dugaan Pungutan Liar (Pungli) penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2013 di Kabupaten Wajo.

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM/HARDIANSYAH
Aksi demonstrasi Aliansi Mahasiswa Indonesia Wajo Bersatu (AMIWB) dan 122 honorer K2 yang lulus CPNS 2013, yang di depan Kantor Bupati Wajo, dilakukan beberapa waktu lalu 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Polres Wajo mulai mengusut dugaan Pungutan Liar (Pungli) penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kategori Dua (K2) 2013 di Kabupaten Wajo.

Hal itu setelah adanya laporan organisasi kepemudan di Polres Wajo.

"Benar masih berupa aduan. Sudah dalam tahap penyelidikan oleh (unit) Tipikor," kata Kasat Reskrim Polres Wajo, AKP Muhammad Warpa, Jumat (10/9/2021).

Dugaan pungli ketika sejumlah CPNS dinyatakan lulus pada 2014 silam itu.

Saat itu, ada permintaan dari oknum tertentu agar surat pertanggungjawaban mutlak (SPTJM) agar diteken.

Jumlah yang diakui korban adalah Rp 1.000.000 per CPNS.

Warpa menyebutkan, sejauh ini proses penyelidikan masih dalam tahap meminta keterangan para korban.

"Masih tahap pemeriksaan korban, sudah ada 10 lebih yang diambil keterangannya dan kita jadwalkan ulang," katanya.

Kasus dugaan pungli ini mencuat pasca aksi demonstrasi Aliansi Mahasiswa Indonesia Wajo Bersatu (AMIWB) dan 122 honorer K2 yang lulus CPNS 2013 beberapa waktu lalu.

Pasalnya, para tenaga honorer K2 disejumlah taman kanak-kanak (TK) itu dinyatakan lulus CPNS 2013 tapi hingga kini belum memiliki Nomor Induk Pegawai (NIP).

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved