Breaking News:

Tribun Bulukumba

Masih Satu Keluarga, Kadis Pendidikan Ingin Damaikan Kasus Pengeroyokan Pelajar SMP di Bulukumba

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bulukumba, Ahmad Djanuaris, angkat bicara terkait dengan dugaan kasus pengeroyokan pelajar

Penulis: Firki Arisandi | Editor: Sudirman
TRIBUN TIMUR/FIRKI ARISANDI
Kadis Pendidikan Bulukumba, Ahmad Djanuaris. 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bulukumba, Ahmad Djanuaris, angkat bicara terkait dengan dugaan kasus pengeroyokan pelajar, Kamis (9/9/2021).

Kadis Pendidikan, Ahmad Djanuaris berharap kasus ini bisa selesai secara damai.

Olehnya itu, pihaknya bakal melakukan mediasi dengan kedua belah pihak.

"Kita lakukan mediasi antara orangtua korban dengan keluarga pelaku. Kami berharap persoalan itu dapat segera terselesaikan karena mereka semua katanya masih satu keluarga," kata Ahmad Djanuaris.

Ia menegaskan, bahwa kejadian itu tidak berlangsung saat jam sekolah.

"Kejadiannya sore hari, jadi guru dan kepsek tidak tahu, nanti ketahuan setelah kemarin beredar di medsos," pungkasnya.

Sebelumnya, sebuah video berdurasi 2 menit 42 detik, menjadi sorotan publik di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Video yang viral di media sosial (Medsos) itu, memperlihatkan seorang siswi yang dibully temannya sendiri.

Video tersebut diduga terjadi di Sekolah Dasar (SD), di Dusun Turungeng, Desa Lonrong, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba, Sulsel.

Dalam video tersebut, seorang siswi yang belakangan diketahui berinisila MA, mengenakan baju berwarna hijau, celana olahraga berwarna hitam merupakan siswi Sekolah Menegah Pertama (SMP).

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved