Breaking News:

Nurdin Abdullah Ditangkap KPK

Hanya Sebagai Sopir, Irfandi Dua Kali Dapat Proyek dari Edy Rahmat Senilai Rp360 Juta

Sopir terdakwa Edy Rahmat, Irfandi mengakui pernah mendapatkan dua proyek bernilai ratusan juta dari Mantan Sekertaris Dinas PUTR Sulsel.

Penulis: Andi Muhammad Ikhsan WR | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM/IKHSAN
Sidang pemeriksaan saksi Gubernur Sulsel non aktif, Nurdin Abdullah dan Mantan Sekertaris PUTR di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Kamis (9/9/2021) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sopir terdakwa Edy Rahmat, Irfandi mengakui pernah mendapatkan dua proyek bernilai ratusan juta dari Mantan Sekertaris Dinas PUTR Sulsel.

Proyek itu merupakan penunjukan langsung dari Dinas PUTR Provinsi Sulsel. 

Hal ini diungkapkan Irfandi saat menjadi saksi Gubernur Sulsel nonaktif, Nurdin Abdullah (NA) dan Mantan Sekertaris PUTR Sulsel, Edy Rahmat.

Sidang digelar di Ruang Sidang Utama Prof Harifin A Tumpa, Pengadilan Negeri Makassar, Kamis (9/9/2021).

"Pernah, tapi saya pakai perusahaan sewa karena tidak punya perusahaan," ujar Irfandi.

Irfandi menjelaskan, saat itu Edy Rahmat sudah menjabat sebagai Sekretaris Dinas PUTR.

"Proyek workshop di Baddoka sama di Selayar, dengan anggaran Rp 180 juta per-proyek," ungkapnya.

Jaksa Penuntut KPK, Zaenal Abidin mengatakan, dari fakta itu, diketahui jika peran Edy Rahmat untuk mengatur proyek di Pemprov cukup besar.

"Yang ingin kita gali bahwasanya Edy Rahmat ini bisa mengatur proyek, termasuk untuk sopirnya sendiri," terangnya.

Sekadar diketahui, dalam persidangan kali ini rencananya Jaksa KPK ingin mengahadirkan lima saksi, yakni Harry Syamsuddin, Abd Rahman, Irfandi, Mega Putra Pratama dan Nuryadi. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved