Breaking News:

Tribun Jeneponto

Respon Bupati Jeneponto Soal Dugaan Pemotongan Insentif Nakes di Puskesmas Bontoramba

Dugaan pemotongan insentif tenaga kesehatan di Puskesmas BontorambaKabupaten Jeneponto sudah diketahui pemerintah daerah.

Penulis: Muh Rakib | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM/MUH RAKIB
Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar 

TRIBUN-TIMUR, COM JENEPONTO - Dugaan pemotongan insentif Covid-19 tenaga kesehatan di Puskesmas Bontoramba, Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto sudah diketahui pemerintah daerah.

Meski dugaan pemotongan insentif sudah terjadi tetapi itu tidak dibenarkan Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar dengan alasan kesepakatan kedua pihak.

"Itu tidak betul," ujar Iksan Iskandar saat ditemui di kantornya, Rabu (8/9/2021) pagi.

Ia menjelaskan, semua kepala Puskesmas yang ada di Jeneponto meminta bantuan kepada tenaga kesehatan untuk bekerja sama.

Dalam hal menangani pasien Covid-19 diseluruh wilayah yang ada di Jeneponto.

"Jadi kan begini, semua kapus ini meminta tenaga-tenaga sukarela bantuan. Nah yang berhak menerima honor hanya yang tercatat sebagai PNS," jelasnya.

Kata dia lagi, bahwa yang diduga pemotongan insensentif Covid-19 atau pembagian itu disepakati oleh semua pihak puskesmas.

"Sudah ada kesepakatan sebelumnya non PNS yang membantu penanganan ini akan mendapatkan juga anggaran itu, tapi yang tanda tangan. Tapi yang tanda tangan para PNS," katanya.

"Oleh karena itu kepala Puskesmas di sana setelah honornya ini diterima semua dikumpulkan lagi untuk dibagi-bagi lagi,"

Bupati Jeneponto juga mengungkapkan bahwa hal tersebut merupakan hal yang mulia.

"Saya kira itu mulia yah," singkatnya.

Laporan Kontributor Tribun Jeneponto, Rakib

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved