Breaking News:

Jusuf Hamka

Cerita Jusuf Hamka yang Rumahkan 11 Ribu Karyawan karena Lawan Pemerintah

Namun, seiring dengan perkembangan waktu, perusahaan itu harus ditutup lantaran, Jusuf Hamka menganggap pemerintah mempersulit usahanya.

Editor: Muh. Irham
Youtube Denny Sumargo
Jusuf Hamka 

TRIUN-TIMUR.COM – Masih ingat Jusuf Hamka? Pengusaha Muslim yang bernama asli  A Loen atau Alun Joseph, ini ternyata pernah menganggur selama 14 tahun lamanya.

Itu terjadi ketika ia menjalankan usaha pabrik kayu lapis di Samarinda, Kalimantan Timur. Pabrik kayu lapisnya tersebut mempekerjakan kurang lebih 11 ribu orang.

Namun, seiring dengan perkembangan waktu, perusahaan itu harus ditutup lantaran, Jusuf Hamka menganggap pemerintah mempersulit usahanya.

Dia mengatakan, tidak dilayani secara administratif oleh Menteri Kehutanan akibat tidak bayar dana reboisasi hingga uang urunan asosiasi US$10 per kubik.

"Saya enggak obey katanya, yang lain nurut. Yang lain juga ibaratnya kaya anjing dibawain sapu lidi, nurut, kalau saya enggak," katanya, dikutip Rabu, 8 September 2021.

Dia mengaku salah dengan sikapnya tersebut hingga para pekerjanya harus dirumahkan. Akan tetapi, Jusuf menilai perbuatan itu dilakukannya dulu karena sikap idealisnya yang ingin melawan kesewenangan penguasa pada pengusaha.

"Saya yang kerja dia yang kutip, terus dari pemerintah dana reboisasi yang enggak jelas penggunaannya, akhirnya dikorupsi dana reboisasi banyak itu kan, sampai beberapa menterinya masuk penjara, nah saya melawan ketidakadilan itu," paparnya.

Akibat hal tersebut, Jusuf mengaku harus kehilangan bisnisnya hingga tidak memiliki pekerjaan apapun maupun teman selama 14 tahun.

Dia mengatakan, bahkan juga sampai diancam dan sempat ditahan empat sampai dengan lima kali selama masa Orde Baru pemerintahan Presiden Soeharto.

"14 tahun tiarap. Enggak kerja, enggak running perusahaan, iya ada ancaman, saya pakai credit card sama tabungan itu ATM pakai nama sekretaris saya. Saya enggak berani punya rekening, saya sempet ditahan karena macam-macam," ungka Jusuf.

Selama masa-masa sulit itu, Jusuf menyatakan terus bekerja keras untuk mencari penghidupan keluarganya, meskipun sang istri dulu bekerja di Citibank.

Dia mengaku, sempat bekerja seperti calo tanah, rumah hingga mobil, sebab menurutnya rezeki akan selalu ada jika manusianya rajin.

"Kadangkala teman-teman bantuin juga ada proyek nih jalanin, ya rezeki kalau kita rajin mah ada aja yang penting kita enggak bohongin. Kadangkala beli mobil ada yang mau, untung, lumayan dapat. Kalau untung Rp50 juta kan lumayan bisa nyambung hidup," ujar dia.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved