Tribun Sinjai

Kronologi KM Permata Indah Tenggelam di Perbatasan Sinjai - Bulukumba, Lima Penumpang Selamat

Kapan nelayan, KM Permata Indah asal Desa Panaikang, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan mengalami kecelakaan laut

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM/SAMBA
Pemilik KM Permata Indah, Mansur 

TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI TIMUR- Kapal nelayan, KM Permata Indah asal Desa Panaikang, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan mengalami kecelakaan laut sekitar pukul 19.30 Wita, Minggu (5/9/2021).

KM Permata Indah mengalami kecelakaan laut di laut perbatasan Sinjai dan Kabupaten Bulukumba, tepatnya di Passilolisang.

"Kapal kami tenggelam saat berlayar di Passilolisang," kata pemilik kapal Mansur, Selasa (7/9/2021).

Kapalnya sementara berlayar dari Pulau Kayuadi, Kabupaten Selayar.

Nelayan tersebut mengangkut ikan ekspor dan ikan lokal tujuan Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Lappa, Kecamatan Sinjai Utara.

Namun di tengah perjalanan, tepatnya di Passilolisang dihantam badai.

Aplikasi GPS KM Permata Indah saat melintas di laut Passilolisang tiba-tiba mati.

Tak lama kemudian datang badai dan angin kencang disertai hujan lebat.

Kapal menabrak karang malam itu. Satu jam kemudian gelombang tinggi mulai menghantam badan kapal.

Jelang pukul 00 Wita, sebagian badan kapal mulai tenggelam.

Lima penumpang asal Kayuadi, Selayar tujuan Tanaberu, Bulukumba dievakuasi dari kapal tersebut oleh nelayan sekitar.

Sebelum dievakuasi lima orang penumpang sempat mengapung dengan menggunakan pelampung gabus yang berada di kapal KM Permata Indah.

Saat ini para penumpang sudah diselamatkan oleh nelayan lain.

Sang pemilik kapal Mansur bersama tiga anak buahnya yang bernama Sila, Aco dan Basri tidak langsung meninggalkan KM Permata Indah.

" Kami bersama ABK baru tinggalkan kapal saat badan sudah tenggelam semua," kata Mansur.

Selanjutnya, Mansur berama ABK kapalnya dijemput oleh nelayan asal Desa Pattongko.

Mansur bersama ABK dan lima orang penumpang lainnya yang ikut di kapalnya selamat tiba di Sinjai malam ini.

Sementara kapal bersama sembilan ton ikan mereka tidak dapat ia selamatkan.

Kini Mansur merugi karena kehilangan kapal dan ikan yang siap dikirim ke Makassar dengan total kerugian sebesar Rp 250 juta.

Ia berharap kepada pemerintah di Sinjai untuk ikut membantunya, sebab saat ini mereka sedang kehilangan mata pencaharian. (*)

Belasan Nelayan Tenggelam Selama Januari 2021

Sebelumnya sejumlah nelayan asal Kabupaten Sinjai tidak ditemukan hingga saat ini.

Para nelayan tersebut hilang saat mereka berlayar dan dilanda badai.

Terbanyak nelayan yang hilang berasal dari Desa Tongke-tongke, Kecamatan Sinjai Timur.

Terpisah Dinas Kelauatan dan Perikanan Sinjai telah mengasuransikan 3.994 orang.

Selain itu mereka juga ada yang masuk asuransi ketenagakerjaan di BPJS Ketenagakerjaan di Sinjai.

Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sinjai saat ini menyebutkan akhir-akhir ini kerap wilayah Sinjai dilanda dengan cuaca ekstrem.

Termasuk menghimbau nelayan untuk selalu memperhatikan cuaca dari BMKG Makassar dan kondisi alam. (*)

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved