Pengusaha Kelor

Sosok Dudi Krisnadi Pengusaha Kelor dari Indonesia Omzet Hingga Rp 4 Miliar, Karyawan Banyak

Sosok Dudi Krisnadi Pengusaha Kelor dari Indonesia Omzet Hingga Rp 4 Miliar, Karyawan Banyak

Editor: Mansur AM
int
Ilustrasi Daun Kelor 

TRIBUN-TIMUR.COM - Jangan sepelekan Daun Kelor yah!

Siapa sangka tanaman kelor ini membawa seorang pria Indonesia bernama Dudi Krisnadi jadi kaya raya.

Berbekal pengalaman dan mencari cara budidaya di internet, Dudi Krisnadi sukses meramu Daun Kelor jadi pabrik uangnya.

Kok bisa?

Tanaman kelor yang identik untuk mengusir gangguan makhluk gaib, justru diperlakukan berbeda oleh seorang Ai Dudi Krisnadi.

Kisah Sukses Pengusaha Kelor Dudi Krisnadi
Kisah Sukses Pengusaha Kelor Dudi Krisnadi (kompas.com)

Pria asal Pangandaran, Jawa Barat tersebut mampu mengolah tanaman kelor menjadi produk yang mempunyai nutrisi tinggi.

"Ternyata produk saya diuji sama mereka di Jerman, mereka kaget karena produk kami kandungan nutrisinya jauh lebih tinggi," ucap Dudi saat ditemui Kompas.com, di Puri Kelorina, Desa Ngawenombo, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, Sabtu (5/9/2021).

Dudi kemudian menceritakan awal mula menggeluti bisnis kelor yang saat ini mampu meraih omzet hingga Rp 4 Miliar per tahun.

"Sebetulnya kalau yang teman-teman lihat saya pengusaha kelor, disebut miliarder kelor itu semua kecelakaan sejarah, jadi enggak ada dari awal saya itu berniat menjadi pengusaha kelor," katanya.

Menurutnya, semua itu berawal dari kepedulian pada zaman pemerintahan Presiden SBY yang masih memiliki hutang MDGs, di mana bangsa Indonesia kekurangan gizi.

Kemudian dirinya berpikir Indonesia sangat tidak pantas kekurangan gizi, dan melihat ada sesuatu yang salah.

"Kemudian Pak SBY waktu itu mencari solusi banyak, sebagian besar temen-temen mengajukan program PMT (Pemberian Makanan Tambahan) ada biskuit segala macam, tapi saya mengajukan kelor," ujarnya.

"Kenapa kelor? Karena kelor sudah digunakan di banyak negara yang menderita malnutrisi, stunting, yang kemudian sudah lepas dari masalah itu, kelor diakui oleh WHO, FAO mampu menangani malnutrisi, menyelamatkan 150 juta lebih anak-anak yang kekurangan gizi, yang stunting, nah saya ingin menduplikasi itu di Indonesia," imbuhnya.

Budidaya kelor, sampai diminta Gatot Nurmantyo "praktik" ke NTT

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved