Breaking News:

Tribun Maros

Pantau Pembangunan Jalan Sepanjang 2 Km, Chaidir Syam Tancapkan Bendera Merah Putih

Chaidir Syam dan Letkol Inf Budi Rahman meninjau pelaksanaan pra TMMD di Desa Bonto matinggi dan Bonto manurung

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Saldy Irawan
tribun-timur
Chaidir Syam tancapkan bendera merah putih di titik akhir perintisan jalan penghubung antar Desa Bonto Matinggi dan Bonto Manurung. 

TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Bupati Maros Chaidir Syam bersama Komandan kodim (Dandim) 1422 Maros Letkol Inf Budi Rahman dan Forkopimda maros melakukan peninjauan lokasi Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke -112, di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi selatan, Sabtu 
(05/09/21).

Chaidir Syam dan Letkol Inf Budi Rahman meninjau pelaksanaan pra TMMD di Desa Bonto matinggi dan Bonto manurung menggunakan kendaraan roda 2 trail.

Saat tiba dilokasi Bupati Maros dan Dandim 1422 Maros meninjau pengerjaan pembangunan Masjid, sarana MCK dan perintisan jalan.

Mereka juga bercengkrama bersama warga pelosok dengan pendisiplinan protokol kesehatan lantaran masih dalam situasi pandemi covid-19.

Disampaikan Bupati Maros Chaidir Syam ia bersama Komandan Kodim Maros melakukan peninjauan Pra TMMD ke-112.

"Hari ini kita meluangkan waktu untuk melihat langsung proses pengerjaan pra TMMD yang dilakukan oleh para prajurit TNI AD, alhamdulillah semuanya berjalan dengan baik ini dilakukan untuk menyambut pembukaan TMMD ke-112 tahun 2021 pada 15 september mendatang," Jelas Chaidir.

Setelah bercengkrama dengan warga sekitar, Chaidir bersama Letkol Inf Budi dan rombongan Forkopimda Maros kemudian bersama sama melakukan penancapan bendera merah putih di titik akhir perintisan jalan penghubung antar Desa Bonto Matinggi dan Bonto Manurung.

Di tempat yang sama Letkol Inf Budi menyampaikan kegiatan Pra TMMD ini dilaksanakan untuk mempermudah pengerasan jalan yang akan dibangun pada saat peresmian TMMD dalam waktu dekat.

“Waktu pelaksanaan TMMD sangat terbatas. Apabila, program TMMD dikerjakan berdasarkan jadwal waktu yang telah ditentukan maka besar kemungkinan tidak akan selesai mengingat lokasi yang dikerjakan cukup sulit,” ujarnya.

Ia menambahkan seluruh sasaran yang dikerjakan, baik itu sasaran fisik maupun non fisik adalah sebagai hasil koordinasi dengan pihak pemerintah daerah.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved