Tribun Gowa

Motif Penganiayaan Terhadap Bocah 6 Tahun di Gowa, Pelaku Sering Berhalusinasi Gegara Ilmu Hitam

Kepolisian Resort (Polres) Gowa masih terus menyelidiki kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terhadap korban AP (6).

TRIBUN-TIMUR.COM/SAYYID
Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Boby Rachman 

TRIBUN-TIMUR.COM, GOWA - Kepolisian Resort (Polres) Gowa masih terus menyelidiki kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terhadap korban AP (6).

AP menjadi korban penganiayaan oleh kedua orangtuanya sendiri.

Bahkan mata kanan bocah itu hendak dicongkel oleh pelaku. 

Akibatnya, korban saat ini menjalani perawatan medis di RSUD Syekh Yusuf Gowa.

Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Boby Rachman menuturkan, motif pelaku tak lain merupakan orangtua korban adalah halusinasi. 

Selain itu, karena adanya pengaruh seperti kekuatan gaib. 

"Motif sementara karena adanya halusinasi dan seperti adanya kekuatan gaib," ujarnya, Minggu (5/9/2021).

AKP Boby Rachman mengatakan bahwa kasus ini juga telah ditangani unit PPA Polres Gowa

Pihaknya juga telah mengamankan empat pelaku antaralain, kedua orangtua, kakek dan paman korban. 

Kedua orangtua korban dibawa ke RS Dadi Makassar untuk diperiksa kejiwaannya. 

Sebab, polisi menduga keduanya memiliki kelainan jiwa.

"Sementara untuk dua orang pelaku kakek dan paman korban sudah diamankan di Polres Gowa," ujarnya.

Hasil observasi medis orangtua sekaligus pelaku masih ditunggu pihak kepolisian.

AKP Boby Rachman menyebut dari hasil pemeriksaan saksi bahwa kekerasaan terhadap korban karena berhalusinasi melihat sesuatu atau benda di mata korban. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved