KKB Papua
Janji Pangdam XVIII/Kasuari: Sampai Dimana Kalian Sembunyi, Akan Kami Kejar
Bersama Kapolda Papua Barat Irjen Polisi Tornagogo Siombing, Mayjen I Nyoman Cantiasamendatangi, meninjau lokasi pembantaian tersebut.
TRIBUN-TIMUR.COM - Kasus pembantaian empat prajurit TNI di Pos Persiapan Koramil Kampung Kisor, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, menjadi perhatian Panglima Kodam XVIII/Kasuari, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI I Nyoman Cantiasa.
Bersama Kapolda Papua Barat Irjen Polisi Tornagogo Siombing, Mayjen I Nyoman Cantiasa, meninjau lokasi pembantaian tersebut.
Kedatangan mantan Danjen Kopassus ini untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai situasi Kampung Kisor setelah peristiwa mengerikan itu terjadi.
"Papua Barat tetap utuh dalam NKRI. Tak ada tempat bagi kelompok yang berseberangan dengan ideologi Pancasila di provinsi ini," kata Mayjen I Nyoman Cantiasa.
Ia berjanji, para pelaku pembunuhan tidak akan lolos dari kejaran tim gabungan bersama Raider Yonif 726 VYS.
"Sampai dimana KKB Papua bersembunyi, tetap akan kami kejar dan tangkap. Apapun kondisi mereka, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya yang sangat keji ini," tukas kata I Nyoman.
Pangdam mengakui, komunikasi sosial anggota TNI bersama masyarakat lokal kampung Kisor sudah terbina dengan baik, bahkan kehadiran TNI untuk membantu melaksanakan pembangunan.
"Masyarakat lokal di kampung Kisor wilayah Distrik Aifat Selatan, bantu kami dengan melapor jika mengetahui lokasi pelarian, atau bertemu orang yang mencurigakan. Kami beri jaminan keamanan penuh kepada masyarakat," kata Panglima.
Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan yang ikut hadir dalam kunjungan tersebut mengatakan, keamanan dan kedamaian yang sudah terbina di wilayah ini tidak boleh diganggu dengan kepentingan kelompok yang bertentangan dengan hukum.
Gubernur mengatakan bahwa Pemerintah provinsi Papua Barat mendukung penuh langkah TNI/Polri dalam upaya pengejaran untuk menangkap kelompok bersenjata yang sudah berbuat tak manusiawi di Bumi Kasuari yang penuh kedamaian ini.
"Provinsi ini harus dibangun atas dasar keamanan, jangan lagi ada gangguan keamanan di wilayah Papua Barat. Kami dukung upaya aparat penegak hukum untuk mengejar dan menangkap para pelaku untuk diproses sesuai hukum yang berlaku," ujar Gubernur Dominggus.
Pengakuan TNPB OPM
Manajemen Markas Pusat Komnas Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) menyatakan bertanggungjawab atas penyerangan Pos Koramil di Kampung Kisor, Distrik Aifat, Maybrat Papua Barat. Serangan ini menewaskan empat prajurit TNI yang bertugas.
Juru bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom mengatakan Markas Pusat TPNPB-OPM telah menerima laporan dari Panglima Kodap Sorong Raya Deni.
"Deni mengatakan bahwa dia perintahkan untuk melakukan operasi pembunuhan itu dan panglima Kodap IV Sorong Raya TPNPB bertanggungjawab atas penyerangan ini," kata Sebby dalam keterangan resmi, Kamis (2/9).
Sebby mengatakan, penyerangan ini merupakan bagian dari perang pembebasan Papua Barat yang dilaksanakan oleh pimpinan TPNPB di seluruh tanah Papua. Perang pembebasan Papua, tegas Sebby, akan berlanjut di seluruh tanah Papua.
"Perang pembebasan Papua tidak akan berhenti sampai di sini, tapi akan berlanjut sampai seluruh tanah Papua di semua Kodap, kapan saja perang akan mulai," kata Sebby.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/prajurit-tni-di-papua-barat-tewas.jpg)