Breaking News:

Tribun Luwu Utara

Pemprov Sulsel Turunkan Tiga Alat Berat Bantu Penanganan Banjir di Luwu Utara

Dalam pertemuan tersebut, kata Muslim, Indah juga menyampaikan beberapa hal terkait penanganan dan dampak banjir

Penulis: Chalik Mawardi | Editor: Saldy Irawan
Pemprov Sulsel Turunkan Tiga Alat Berat Bantu Penanganan Banjir di Luwu Utara
tribun-timur
Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani menemui Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman di Makassar, Kamis (2/9/2021)

Tahun ini, lanjut dia, penanganan yang dilakukan adalah membangun urugan batu di sepanjang aliran sungai.

"Tapi memang sifatnya spot-spot terutama untuk mengamankan pemukiman. Dari penjelasan PPK BBWSPJ, dalam pengerjaan ini item urugan batu yang digunakan berdasarkan berat dan jenis batu yaitu 100 sampai 200 kg," katanya.

"Jadi tidak ada item batu gajah dalam kontruksi ini melainkan berdasarkan berat dan jenis batu. Selain memasang urugan batu, juga dilakukan pengerukan," sambungnya.

Untuk tahun depan, sudah dilakukan pertemuan konsultasi masyarakat yang kedua untuk finalisasi desain sabo dam.

"Tujuh di Sungai Masamba direncanakan dibangun dan tiga tahun depan, begitu juga Radda. Untuk Rongkong direncanakan pembangunan bendungan pada 2025 mendatang," ujarnya.

Indah berharap, dukungan masyarakat utamanya di lokasi yang dilalui oleh pembangunan dapat mempercepat penanganan banjir.

"Teman-teman di BBWSPJ sudah bekerja keras dengan dukungan penuh dari bapak direktur sungai dan pantai juga pak menteri," ucapnya.

"Harapan kita, karena yang sering ditemukan kendala itu adalah faktor non teknis atau persoalan sosial, dukungan masyarakat sangat membantu dalam percepatan penanganan bencana, terlebih kita juga berhadapan dengan kondisi cuaca."

"Sekali lagi mohon dukungan terutama karena penanganan banjir dengan kondisi massif begini sangat butuh dukungan dari masyarakat terutama lokasi yang dilalui pembangunan," tutup Indah.

Seperti diketahui, pembangunan tanggul urugan batu menuai penolakan dari warga Kampung Lombok.

Mereka menolak tanggul karena tidak ada ganti rugi lahan.

Menampilkan religi-datuk-pattimang.jpg.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved