Breaking News:

Musda Demokrat Sulsel

IAS Gencar Kumpul Ketua Demokrat Daerah, Ni'matullah Pilih Urus Pandemi Covid-19

Gelaran Musyawarah Daerah Partai Demokrat Sulawesi Selatan masih menunggu jadwal dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP)

Penulis: Ari Maryadi | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM/ARI MARYADI
Kolase foto mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin dan Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel Ni'matullah Rahim Bone. (Foto Ari Maryadi Tribun Timur) 

Di antaranya Pinrang, Maros, Wajo, Pangkep, Barru, Bulukumba, Parepare, Palopo, Takalar, Bantaeng, dan Jeneponto. 

Selebihnya lima ketua DPC Demokrat kabupaten kota lainnya terhubung via virtual.

IAS menyatakan keinginannya kembali memimpin Partai Demokrat Sulsel

Ia mengaku ingin membawa Partai Demokrat tampil sebagai pemenang pemilu legislatif 2024 di Sulsel.

IAS mengklaim jumlah DPC yang sudah memberikan dukungan untuk dirinya maju sudah 17 DPC. 

IAS memilih menutup rapat siapa saja 17 DPC itu untuk kepentingan soliditas partai.

Dalam kesempatan itu, IAS memaparkan visi misinya untuk Partai Demokrat Sulsel di hadapan para ketua-ketua DPC jika dipercaya kembali memimpin Demokrat Sulsel

Wali kota Makassar 2004-2014 itu sekaligus memperkenalkan tagline "Semangat Baru Demokrat" untuk mewujudkan target tersebut.

Silaturahmi ini bukan hanya mengundang ketua-ketua DPC, tapi juga seluruh anggota fraksi DPRD Sulsel dan petinggi pengurus Demokrat Sulsel saat ini. 

Suasana silaturahmi berlangsung santai sembari menikmati santap malam. 

Sejauh ini, dari 11 partai politik pemilik kursi parlemen DPRD Sulsel, Partai Demokrat satu-satunya parpol yang belum melakukan musyawarah daerah.

Pada 2022 mendatang, tahapan awal Pemilu 2024 akan dimulai yaitu verifikasi partai politik peserta pemilu 2024.

Gelaran Musyawarah Daerah Partai Demokrat Sulawesi Selatan berpeluang mempertemukan pertarungan Ullah melawan Ilham Arief Sirajuddin.

Baik IAS maupun Ni'matullah Erbe secara terbuka sudah menyatakan keinginannya maju bertarung.

Pertarungan IAS melawan Ni'matullah akan diselesaikan di tingkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP), bukan lagi sistem voting atau pemungutan suara seperti Musda 2016 lalu.

24 ketua DPC se-Sulsel, ditambah 1 suara DPD, dan 1 suara DPP memilih maksimal 3 calon ketua.

Selanjutnya, 3 calon ketua nantinya akan dipilih oleh Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, dan BP OKK DPP Demokrat.

Laporan Kontributor TribunMakassar.com @bungari95

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved